Denpasar (Bisnis Bali)-Pedagang oleh – oleh di kawasan pariwisata pantai Sanur mengeluhkan sepinya wisatawan, pasca erupsi Gunung Agung. Penjualan bahkan turun hingga 90 persen.

Erupsi Gunung Agung membawa dampak luar biasa bagi pariwisata Bali. “Dampak erupsi ini lebih parah dari bom Bali. Dulu waktu terjadinya bom Bali masih ada wisatawan, kalau sekarang tidak ada tamu,” tutur I Made Wisna, pedagang oleh – oleh di pantai Sanur.

Ia mengaku, penjualan turun hingga 90 persen, dan sehari paling satu atau dua celana khas Bali yang laku. Meski demikian, mereka mengaku masih bisa bertahan karena mengandalkan masyarakat lokal, yang kerap berkunjung untuk berenang di pantai. “Sekarang kami cuma mengandalkan masyarakat lokal yang datang berenang ke pantai. Karena sudah tidak mungkin mengharapkan wisatawan,” tukasnya.

Untuk bertahan melewati krisis saat ini, pihaknya mengaku tidak terlalu tinggi mematok harga. “Harga juga kami sesuaikan dengan masyarakat lokal. Jadi kami tidak bisa terlalu banyak mencari keuntungan, yang penting ada barang yang laku terjual,” tandasnya. (pur)