Kian Langka, Harga Juwet Melambung Rp 80.000/Kg

51

BUAH juwet yang merupakan buah lokal Bali, belakangan mulai langka dan sangat  sulit dicari. Buah lokal ini disinyalir memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, sehingga harga jual juwet saat  ini melambung hingga Rp 80 ribu per kilogram.

Belakangan masyarakat mulai mengetahui dan menyadari manfaat buah lokal yang sempat ditingkatkan tersebut. “Beberapa tahun lalu, tidak ada orang yang mau makan buah juwet, dan memilih buah impor sehingga banyak petani yang menebang pohon juwetnya. Tetapi sekarang banyak orang berburu buah langka ini, sehingga harganya melambung,” tutur I Made Budiarta petani dari desa Banjar, Kabupaten Buleleng.

Sekarang buah juwet juga dijual di online shop dengan harga fantastis yaitu Rp 80 ribu per kilogram, sedangkan di pasar tradisional harganya masih lebih terjangkau yaitu Rp 30 ribu per kilogram. Namun kualitas yang ditawarkan memang berbeda. Untuk juwet yang dijual online, buah lebih besar dan memang semuanya telah matang sehingga rasanya lebih manis, sedangkan yang di pasar buah tercampur antara yang besar dan kecil, yang masak dan setengah matang.

“Meski harga juwet tergolong tinggi, konsumen masih tetap memburunya. Dalam sehari, saya  bisa menjual 50-70 kilogram. Tetapi kualitas memang saya jaga agar pelanggan tidak kapok,” tutur Oktha Riani penjual juwet online. Dengan menawarkan juwet kualitas super, yaitu yang ukurannya besar dan semuanya berwarna hitam sehingga rasanya dijamin manis dan tidak sepat membuat harga jual bisa dikeruk berkisar Rp 40 hingga Rp 80 ribu per kilogram, tergantung ukuran buahnya.

“Walaupun harga yang saya patok jauh lebih tinggi dari harga di pasar, konsumen tidak kecewa karena kualitasnya yang sesuai dengan harganya. Banyak konsumen yang melakukan pembelian ulang, dan rela menunggu beberapa hari karena buah ini tergolong langka,” tandasnya. Meski kewalahan memenuhi pesanan, ia tidak terburu-buru memanen buah juwet dan menunggu hingga benar-benar masak agar kualitas buah bagus.  (pur)