Industri perbankan mengandalkan kepercayaan. Kenyataannya berbagai kasus perbankan masih terjadi, salah satunya adalah dugaan kasus penyimpangan dana kredit yang kembali mencuat di bank milik krama Bali. Salah siapakah penyimpangan atau fraud perbankan masih terjadi?

DALAM dunia bisnis khususnya di bidang perbankan, manajemen akan berusaha meningkatkan daya saing untuk memenangkan persaingan menghadapi derasnya gelombang globalisasiyang tidak terhindarkan.

Bila setiap bank ingin tetap eksis dan unggul sepanjang masa, tanpa pernah berhenti masing-masing bank utamanya sangat perlu memperhatikan, menghargai dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) sebagai sumber daya yang paling berharga.

SDM yang kuat akan mampu menginspirasi, mengelola maupun menginovasi kebutuhan dan mewujudkan berbagai sistem yang kuat agar banknya terkelola dengan profesional sehingga mampu berkembang maju dan tetap eksis secara produktif, efisien dan efektif serta memiliki keunggulan bersaing secara berkelanjutan.

SDM yang kuat akan diikuti oleh sistem yang kuat. Dengan demikian, diyakini berbagai risiko, kecurangan (fraud) dan tindak kejahatan baik dari dalam mapun dari luar dapat dicegah, dihindarkan atau digagalkan

Pemerhati perbankan Viraguna Bagoes Oka memaparkan, kenapa bisa terjadi penyimpangan di perbankan. Pertama, disebabkan beberapa faktor seperti adanya budaya ketamakan atau keserakahan yang menghinggapi diri seseorang atau kelompok

Kedua, adanya kebutuhan dan atau kepentingan yang berasal dari para pihak yang memiliki kemampuan atau kewenangan untuk itu. Ketiga, adanya peluang dan kesempatan untuk melakukan hal tersebut akibat lumpuhnya atau lemahnya fungsi internal kontrol dan fungsi pengawasan yang memiliki kewenangan untuk mencegahnya.

“Itu terjadi karena mereka takut kehilangan jabatan atau pekerjaan,” katanya. (dik)