Aktivitas Wisata “Rafting” Turun Drastis

22
RAFTING - Aktivitas wisata rafting di Ubud menurun drastis akibat penurunan kunjungam wisatawan sebagai imbas peningkatan vulkanik Gunung Agung dan penutupan Bandara Ngurah Rai. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Dampak abu vulkanik Gunung Agung sempat menutup Bandara I Gusti Ngurah Rai. Penutupan bandara sebelumnya berdampak pada penurunan pemanfaatan jasa wisata tirta mencapai 98 persen.

Ketua DPC Gahawisri Gianyar, Suwarka, Selasa (5/12) mengatakan, penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai sebelumnya memunculkan dampak pengalihan penerbangan wistawan mancanegara ke luar negeri. Hal ini juga diikuti pembatalan penerbangan rute negara pasar ke Bali.

Ia menjelaskan, kondisi ini berdampak negatif pada kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. Ketika kunjungan wisatawan mengalami penurunan, praktis wisatawan yang mengikuti atraksi wisata tirta termasuk rafting turun drastis.

Dipaparkannya, seperti di Ubud wisatawan yang mengikuti wisata tirta mengalami penurunan hampir 98 persen. Hal ini praktis ada pelaku wisata tirta yang tidak beroperasi karena langkanya wisatawan.

Lebih lanjut dikatakannya,  tanpa adanya orderan, pengusaha wisata tirta bahkan meliburkan secara bergiliran karyawan dan pemandu wisata rafting. “Ini konsekuensi penutupan bandara di Bali terhadap wisata tirta,” katanya. (kup)