Volume Usaha Koperasi di Denpasar Capai Rp 2,3 Triliun Lebih  

33

Denpasar (Bisnis Bali) – Jumlah koperasi di Kota Denpasar terbanyak kedua setelah Gianyar. Berdasarkan data, sampai akhir Oktober 2017, di Kota Denpasar ada 1.128 koperasi dan 79 di antaranya dikategorikan koperasi tidak aktif. Dari jumlah koperasi yang aktif semuanya memiliki volume usaha sebesar Rp 2.312.160.533.272.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si., Minggu (3/12) mengatakan, dari jumlah koperasi yang ada memang kebanyakan produktif. Ada 1.049 koperasi yang kategori aktif dan semuanya dalam kondisi sehat. ”Memang ada beberapa yang sedang dalam pembinaan karena salah kelola, sehingga koperasi yang lagi ada masalah sedang dilakukan perbaikan, sehingga dapat berjalan normal kembali. Namun demikian, yang umumnya koperasi di Denpasar sehat. Dan sampai saat ini mampu mempekerjakan sampai 4.337 orang. Dan jumlah manajernya sebanyak 246 orang. Jumlah tersebut mampu mengurangi pengangguran dan tentu mengentaskan kemiskinan. Ke depan, kami harapkan lebih banyak tenaga kerja yang dapat dipekerjakan,” kata Erwin.

Erwin menegaskan, volume usaha yang dikelola semua koperasi akan terus berkembang. Walaupun saat ini sedang ada permasalahan ekonomi, seiring terjadinya Gunung Agung meletus juga berdampak pada aktivitas koperasi. Namun demikian, sangat yakin koperasi tetap eksis, karena koperasi dimiliki anggota yang sekaligus menjadi nasabah setianya. Koperasi akan tetap berjalan walaupun daya beli masyarakat umumnya terjadi penurunan. ”Bahkan di pasar harga barang terjadi kenaikan, dampak terjadinya Gunung Agung meletus dan ekonomi secara umum juga terjadi kelesuan. Di sisi lainnya daya beli masyarakat menurun, juga secara otomatis berdampak pada aktivitas di koperasi. Namun kondisi ini tak akan lama, ke depan semuanya akan pulih,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah sedang berkomitmen mendorong koperasi dan pelaku usaha baik mikro, kecil, menengah dan besar, sehingga dengan perkembangan di sektor usaha akan langsung menguatkan ekonomi di Kota Denpasar. Apalagi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah diberlakukan. Pemkot Denpasar langsung mencanangkan menjadikan Denpasar Kota Kompeten.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus memberikan diklat dan uji kompetensi bagi pengelola koperasi dan pelaku UMKM. Tujuannya agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara ASEAN lainnya, dan mempersiapkan datangnya pasar bebas tingkat dunia yakni tahun 2020 nanti.

”Kami sedang mendorong agar SDM koperasi dan UMKM makin tangguh. Pemerintah telah menyiapkan SDM standar melalui uji kompeten yang diakui di tingkat ASEAN bahkan internasional. Untuk itu, kami harapkan semua pengelola koperasi, pengelola usaha pribadi agar ikut uji kompetensi, sehingga memiliki sertifikat kompeten,” katanya. (sta)