Sesuaikan Pasar, Warna ’’Soft”  Jadi Tren Tata Rias Kekinian

97

Gianyar (Bisnis Bali)- Perkembangan dunia tata rias selalu terjadi dari masa ke masa yang mengikuti perubahan zaman. Untuk mampu meraih pasar, sebagian penata rias tentunya dituntut untuk mengikuti perubahan zaman, yang saat ini warna soft jadi tren pada dunia tata rias dan pilihan masyarakat termasuk di Bali.

Salah seorang penata rias, Ni Luh Kadek Lasti Asih, di Batubulan, Minggu (3/12) kemarin mengatakan, pada era globalisasi saat ini, perkembangan tata rias, khususnya rias pengantin di Bali sudah mengikuti gaya Eropa, yang warna cerah mulai ditinggalkan. Namun hal tersebut juga dikombinasikan dengan tata busana di Bali, yang identik dengan warna cerah, sehingga membutuhkan kesan make-up yang lebih tajam.

Selain sebagai pilihan dalam tata rias untuk acara resepsi pernikahan, warna soft juga digunakan dalam tata rias upacara (Payas Agung-red). Dijelaskannya, untuk Payas Agung dibutuhkan tata rias yang lebih tajam, agar tidak terlihat pucat.

 “Kalau Payas Agung yang pakaiannya identik dengan penggunaan bunga emas, sehingga harus dipadukan dengan tata rias yang lebih tajam,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, selain warna soft, beberapa bagian lainnya juga mengalami perubahan dalam dunia tata rias saat ini, seperti bentuk alis yang cenderung lebih tebal dan datar. Berbeda dari sebelumnya yang bentuk alis lebih tipis dan melengkung.

Menurutnya, untuk mampu meraih pasar saat ini, perkembangan tersebut harus diikuti, termasuk kebutuhan tata rias dalam pelaksanaan upacara pernikahan di Bali. “Kami dalam hal ini tujuannya berbisnis, sehingga untuk mampu meraih pasar, harus pula mengikuti keiginan masyarakat. Dan saat ini, masyarakat sudah pintar memilih, sehingga kami tidak bisa terpaku pada pakem,” ungkapnya. (wid)