Erupsi Gunung Agung, BPR Diminta Waspadai Kredit Bermasalah

46
BPR - Arahan OJK kepada BPR untuk mengikuti ketentuan POJK termasuk memperhatikan kredit bermasalah akibat perlambatan ekonomi. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Gunung Agung telah erupsi dan sempat menutup operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Oleh karena itu, BPR diminta untuk mewaspadai kredit bermasalah (NPL) akibat erupsi Gunung Agung dan perlambatan ekonomi.

Kepala Bagian Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali Nusra, Nyoman Hermanto Darmawan, Minggu (3/12) mengatakan, perlambatan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir ini diyakini akan berdampak pada industri perbankan khususnya BPR. Hal ini akan berimbas pada beberapa sektor sehingga dirasakan nasabah lembaga jasa keuangan termasuk BPR.

Ia menjelaskan, memasuki akhir 2017 ini, Bali dihadapkan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung. Sektor yang berkaitan dengan material pasir seperti toko bahan bangunan akan merasakan dampak penurunan usaha yang berimbas pada penurunan kemampuan debitur dalam pembayaran angsuran kredit.

Dipaparkannya, abu vulkanik Gunung juga sempat menutup operasional Bandara Ngurah Rai. Ini praktis kedatangan wisatawan terganggu berimbas pada penurunan tingkat hunian hotel di Bali.

Lebih lanjut dikatakannya, penurunan sektor pariwisata diyakini akan berpengaruh pada perekonomian Bali. Di sisi lain, pariwisata sudah menjadi lokomotif perekonomian Bali.

Menurutnya, BPR di Bali akan dihadapkan masalah kemungkinan penurunan kemampuan nasabah dalam pembayaran angsuran kredit. Hal ini bisa dilakukan dengan restrukturisasi kredit, sehingga kredit tersebut bisa menjadi lancar.

BPR juga bisa saja memperpanjang jangka waktu pengembaliam kredit. Hal ini diharapkan meringankan debitur yang kesulitan pembayaran kredit akibat penurunan usaha. Mereka tetap bisa membayar angsuran kredit yang lebih ringan. Kondisi ini tentunya dengan jangka waktu pembayaran angsuran kredit yang lebih panjang. (kup)