Denpasar (Bisnis Bali) – Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan berhasil merebut Juara Umum  dan memimpin perolehan medali Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Kota Denpasar dengan menyabet 5 mendali emas dan 1 perunggu yang mengungguli 42 Desa/Kelurahan lainnya.

Penutupan Formi 2017 yang sudah usai digelar selama se-pekan di tutup secara resmi Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra sekaligus menyerahkan piala penghargaan kepada para pemenang lomba pada Kamis (30/11) lalu, di Aula SMPN 2 Denpasar.  Acara yang juga dihadiri Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Pimpinan OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Formi Kota Denpasar, para camat, perbekel /lurah se-Kota Denpasar.

 Formi yang diikuti ribuan atlet yang berasal dari 43 desa/kelurahan se-Kota Denpasar melombakan tiga belas cabang olah raga tradisonal yang sudah selesai dipertandingkan. Kelurahan Pedungan menjadi Pemuncak klasemen Formi ke-8 ini setelah meninggalkan pesaing terdekatnya yakni  Kelurahan Dangin Puri di posisi ke- 2 dengan perolehan 2 emas dan Desa Sanur Kauh diposisi ke 3 dengan perolehan 1 emas dan 2 Perak.

Pemimpin klasemen yakni Kelurahan Pedungan yang memperoleh 5 mendali emas yang masing-masing disumbangkan dari cabang olahraga (cabor) yakni  Tarik Tambang Putri, Hadang Seka Teruna, Deduplak Putra dan Putri, Metajog Putra dan 1 buah mendali perunggu dari cabor Hadang PKK.

Wali Kota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan selamat atas keberhasilan para pemenang lomba dan kepada Kelurahan Pedungan yang telah menjadi Juara Umum dan  memuncaki klasemen Formi 2017. “Pembinaan atlet yang baik akan berdampak baik pula untuk hasil yang diperoleh. Selain itu adanya Juara Umum baru diharapkan menjadi tolak ukur untuk peserta lain dalam meningkatkan pembinaan atlet di Desa/Kelurahan masing-masing,” katanya.

Menurutnya, Pemkot Denpasar terus berperan aktif di dalam menumbuhkembangkan olahraga prestasi, olahraga pendidikan serta olahraga rekreasi. “Kita harus terus lestarikan olahraga tradisional yang tumbuh dan berkembang di masyarakat,” tambahnya.

Rai Mantra mengatakan, pemberdayaan harus terus juga dilakukan sehingga olah raga tradisional tidak punah dan memiliki tujuan untuk mempererat tali silahturahmi. Selain itu, kata dia, olahraga tradisional juga memiliki akar budaya yang tidak boleh hilang.

“Kita harus terus melakukan pemberdayaan dan yang paling penting sama-sama menjaga kelestarian olahraga tradisional yang kita miliki,” ujarnya.

Sementara Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara sangat mengapresiasi perjuangan tanpa lelah yang dilakukan para peserta Formi Tahun 2017 untuk menjadi yang terbaik di tahun ini, selain itu animo masyarakat untuk menyaksikan pertandingan yang penuh dengan rasa kebersamaan  dan sportivitas tinggi ini semakin diminati masyarakat. “Kami segenap Panitia Formi mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya kepada semua pihak di dalam membangun dan mengembangkan regenerasi para Atlet di Kota Denpasar dan harapan kami kedepannya menjadi lebih baik sehingga dapat menjaring atlet-atlet tangguh yang nantinya dapat mewakili Bali pada ajang yang lebih tinggi,” harapnya. (sta)