”Dihadang” Erupsi, Opsel Pastikan Jaringan Aman

29

Aktivitas Gunung Agung terus meningkat sejak Sabtu (25/11) lalu, yakni erupsi fase magmatik disertai kepulan abu tebal menembus ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak kawah. BNPB pun telah meningkatkan status Gunung Agung menjadi “awas” sejak Senin (27/11) lalu. Apa yang dilakukan operator selular (opsel)?

PARA opsel juga terus memastikan seluruh layanan komunikasi data, percakapan ataupun SMS di sekitar Gunung Agung, dan di seluruh Bali masih aman dan tidak terjadi gangguan apa pun, sehingga tetap dapat melayani masyarakat dengan baik. Meski demikian, kewaspadaan terus dilakukan dan langkah-langkah antisipasi atas segala kemungkinan telah disiapkan.

Menurut CaretakerVice President East Region XL Axiata, Mochamad Imam Mualim, pihaknya pastikan hingga saat ini tidak ada base transceiver station (BTS) XL Axiata yang mengalami gangguan, termasuk di daerah yang masuk wilayah bencana. “Namun, untuk antisipasi, kami telah menyiapkan langkah-langkah darurat seandainya bencana terus meningkat sehingga mengganggu operasional BTS-BTS yang ada di sekitar lokasi bencana,” ujarnya.

Yang jelas, lanjutnya, pihaknya akan terus stand by menjaga jaringan agar tetap bisa beroperasi karena pada saat genting seperti ini sarana telekomunikasi menjadi sangat diperlukan, termasuk bagi aparat yang terlibat dalam penanganan dampak bencana.

Kata Imam Mualim, perusahaannya memiliki 13 unit BTS yang berada di radius berbahaya 12 km. Pihaknya telah menyiapkan back-up jaringan dengan meningkatkan kapasitas trafik di setiap BTS di dekat area pengungsian. Sementara untuk mengantisipasi pasokan listrik, pihaknya menyiapkan puluhan genset guna mendukung operasional BTS yang ada. “Kami juga telah berkoordinasi dan bekerja sama dengan perusahaan penyedia menara telekomunikasi untuk mengantisipasi gangguan jaringan komunikasi di sekitar Gunung Agung,” ungkapnya.

Penanganan jaringan XL Axiata di sekitar Gunung Agung kini menjadi tanggung jawab bersama tim jaringannya yang berbasis di Denpasar, Bangli, dan Karangasem. Jumlah BTS milik XL Axiata yang berada di sekitar Gunung Agung ada 33 BTS (2G/3G/4G). Sementara itu di seluruh Bali, XL Axiata memiliki lebih dari 3.000 BTS (2G/3G/4G).

Sebagai perusahaan telekomunikasi, XL Axiata juga sudah memberikan bantuan sarana telekomunikasi, antara lain berupa telepon umum gratis (TUG), kartu SIM, dan akses internet, di lokasi pengungsian. “Sarana ini akan bisa membantu kebutuhan komunikasi warga korban, dan juga bisa dimanfaatkan oleh aparat yang bertugas melakukan penanganan korban bencana,” jelasnya.  Bulan lalu, pihaknya telah menyalurkan donasi berupa bahan makanan dan obat-obatan melalui Posko Ulakan dan Posko Menanga yang berada di Kecamatan Manggis dan Rendang, Kabupaten Karangasem. Dengan adanya perkembangan terakhir, XL Axiata akan mulai mengumpulkan informasi untuk menyiapkan donasi selanjutnya bagi warga yang mengungsi.

 Hal senada diungkapkan GM ICT Operation Regional Bali Nusra, Henry Ganda Purba.

“81 BTS Telkomsel yang menjangkau wilayah Gunung Agung dan sekitarnya tetap berfungsi normal untuk melayani pelanggan,” ujarnya.  (aya)