Denpasar (Bisnis Bali) – 69 peserta yang mengikuti lomba Wirausaha Muda Denpasar (WMD) 2017 ini, terjaring sebanyak 18 peserta yang lolos dan bersaing di dalam malam Penobatan Grand Final WMD  yang kembali digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar belum lama ini di Colony Creative, Plaza Renon.

Lomba WMD Denpasar ini merupakan yang ke-8 kalinya dilaksanakan oleh Pemkot Denpasar melalui Bagian Ekonomi Kota Denpasar yang bersinergi dengan anak-anak muda kreatif yang tergabung dalam Komunitas WMD.

Wali Kota Denpasar dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadis Pariwisata Kota Denpasar, M.A. Dezire Mulyani, mengatakan, Pemkot Denpasar terus berupaya untuk mebangkitkan dan mengembangkan jiwa kewirausahaan generasi muda di Denpasar melalui berbagai program. Salah satunya melalui lomba WMD ini yang sudah dilaksakan dari 2010 lalu.

Dikarenakan ke depan ini lapangan pekerjaan makin sulit dan terbatas, maka menjadi wirausaha merupakan alternatif sebagai jalan keluar. Kewirausahaan dipilih sebagai tujuan untuk mendorong generasi muda agar dapat menjadi aktor utama pertumbuhan kesejahteraan bangsa. Melalui usaha yang mereka kembangkan, katanya, niscaya dapat menghasilkan multipler effect yang positif bagi perekonomian.

“Untuk itu saya mengapresiasi kepada WMD untuk terus meningkatkan kreativitasnya, serta keberadaan wirausahawan juga sangat membantu dalam mengurangi pengangguran,”  katanya.

Sementara Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar, Made Saryawan mengatakan, melalui kompetisi WMD pihaknya mendorong generasi muda dengan pemikiran kreatif dapat mewujudkan lowongan kerja baru yang tentu menjadi lapangan perkerjaan yang berimbas pada pengurangan pengangguran. “Dengan lomba WMD kami berusaha menggali potensi anak-anak muda Kota Denpasar yang berjiwa entrepreneur untuk kami angkat ke tempat yang lebih tinggi untuk menyampaikan informasi usaha-usahanya, sehingga kami mudah dalam hal pembinaan dan bisa memotifasi masyarakat untuk lebih banyak berbisnis dan berwira usaha,” ungkap Saryawan.

Ketua Komunitas WMD Denpasar, dr. I Putu Wirama mengatakan, Kompetisi WMD yang memasuki tahun ke delapan dan mampu menciptakan 129 orang wirausaha muda baru dari katagori umum, siswa SMA/SMK se-Kota Denpasar dan katagori IT (digital start up). Dalam grand final WMD ke delapan ini dari masing-masing katagori, 18 peserta yang sudah melaksanakan tahapan akhir penjurian yakni persentasi di hadapan dewan juri, mengenai masing-masing kehebatan usaha mereka dengan kurun waktu masing-masing selama 3 menit.

Menetapkan Kadek Chintya Dwi Pratiwi dengan nama usaha “Dewata Printing Bali” sebagai Juara Pertama katagori umum WMD 2017. Disusul peringkat kedua A.A. Ayu Lani Ratnasari dengan nama usaha “L decoration” dan peringkat ke tiga diraih Dewa Ngakan Putu Bagus Yuda Pratama dengan nama usaha “Helshoes”.

Sementara untuk tingkat IT berasil keluar sebagai juara I adalah I Gede Sugita Aryandana dengan nama usaha “Share Trans”, Juara II diraih A.A.S. Mirah Mahaswari dengan nama usaha “Childminder.id” dan Juara III diraih  Sukra Widyawan dengan nama usaha “Sushi”.

Untuk tingkat SMA/SMK Juara I berasil diraih, I Made Andika Bara Kusuma dari SMK Farmasi Bintang Persada dengan judul proposal “Mahiya Incense (Dupa Pengusir Serangga)”, Juara II diraih Ketut Ayu Surya Manika Sari dari SMAN 1 Denpasar dengan judul proposal “Kacitrayang Story Bagger, dan Juara III diraih Fariz Aditya Chandra dari SMAN 4 Denpasar dengan judul proposal “O’Bras Food & CO”. (sta)