Forum Kelitbangan Daerah Kabupaten Buleleng 2017  Litbang sebagai Rekomendasi dalam Penyusunan Rencana Kerja

25
Forum Kelitbangan Daerah Kabupaten Buleleng tahun 2017 di Hotel Banyualit, Senin (27/11) lalu.  (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) –  Guna memantapkan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di daerah, khususnya di Kabupaten Buleleng, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Buleleng menggelar Forum Kelitbangan Daerah Kabupaten Buleleng 2017, di Hotel Banyualit, Senin (27/11) lalu.

Forum Kelitbangan Daerah Kabupaten Buleleng ini menghadirkan dua narasumber, yaitu dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Dalam Negeri dan Peneliti dari Politeknik Negeri Bali (PNB).

Ditemui di sela-sela acara, Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Buleleng, Ir. Gde Dharmaja, M.Si., menjelaskan, forum kelitbangan ini untuk mencari tahu solusi apa yang dilakukan untuk mengatasi persoalan yang ada di Buleleng. Nantinya keluar rekomendasi program kegiatan untuk menjawab persoalan tersebut.

“Jadi dengan adanya litbang ini kami melakukan kajian serta analisis secara akademis untuk melihat fenomena, penyebabnya dan solusinya seperti apa. Dari penelitian tersebut lahirlah rekomendasi program rencana kerja untuk menjawab persoalan-persoalan yang di Kabupaten Buleleng,” jelasnya.

Forum kelitbangan ini leading sector-nya sendiri adalah Bappeda Litbang. Namun, semua unsur di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan forum kelitbangan ini. Litbang yang bersifat makro sendiri ada di Bappeda Litbang. Setelah makro, ada mikronya yang didistribusikan dan dikembangkan di masing-masing OPD.

Penelitian pun ranahnya di Bappeda Litbang sendiri, sedangkan untuk penelitian teknis kembali ke OPD. “Yang makro ada di kami. Mikronya baru ke OPD. Begitu juga penelitian skala besarnya di kami, tapi teknisnya tetap di OPD,” imbuh Dharmaja.

Sementara itu, Sekda Buleleng, Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng, Drs. Ketut Asta Semadi, M.M., mengatakan, kegiatan penelitian merupakan titik awal dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan regulasi yang diperlukan. Penetapan kebijakan pembangunan dan regulasi yang tidak didasarkan pada kajian yang mendalam cenderung bisa. “Di situ cenderung terjadi kegagalan dan ketidakefektifan dalam menjalankan kebijakan,” tandasnya.(ira)