Rayakan HUT Ke-33, Harapkan LPD Jadi Tumpuan Perekonomian Desa Adat

29
  Potong tumpeng sebagai peringatan HUT LPD ke-33 (wid)

Gianyar (Bisnis Bali) – BKS-LPD Bali menyelenggarakan HUT ke-33 LPD Bali, Sabtu (25/11) lalu, bertempat di Wantilan Pura Gunung Raung, Desa Pakraman Taro, Tegalalang, Gianyar. Melalui HUT ke -33 ini, diharapkan persatuan dan kebersamaan LPD di seluruh Bali kian ditingkatkan serta keberadaan LPD berperan sebagai tumpuan perekonomian masyarakat desa adat.

Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H.,M.Si, dalam kegiatan tersebut, mengatakan, perayaan HUT LPD tahun ini diselenggarakan secara sederhana, mengingat masyarakat Bali khususnya di Karangasem masih dalam keadaan duka. Perayaan HUT yang diawali dengan persembahyangan bersama ini, juga diikuti seremonial pemotongan tumpeng hingga pemberian punia kepada masyarakat Desa Adat Taro.

Ada pun punia diberikan kepada anak yatim, anak penyandang disabilitas, anak berprestasi, prajuru desa adat hingga pemangku. Tidak terkecuali, kepedulian terhadap Yayasan Hindu di Desa Taro juga menjadi perhatian punia dalam perayaan ini.

 “Perayaan yang kita awali dengan persembahyangan bersama ini, bertujuan memohon, agar LPD bisa berjalan sesuai harapan. Demikian juga LPD agar terus mampu menjadi tumpuan perekonomian masyarakat,” ungkapnya. Dalam kesempatan Ini, dia juga menjelaskan, aset yang dimiliki LPD seluruh Bali hingga September 2017 telah mencapai Rp 17,8 triliun. Demikian pula nilai tabungan yang mampu dihimpun LPD yaitu, Rp 7 triliun lebih dan deposito Rp 17,8 triliun. Sementara kredit yang telah mampu disalurkan LPD yaitu sebanyak Rp 13 triliun. “Dan dari 1.433 LPD di seluruh Bali, telah mampu menyerap tenaga kerja sekitar 8.000 karyawan,” ungkapnya.

Demikian pula Ketua LP-LPD Provinsi Bali, I Nyoman Arnaya, S.E., dalam kesempatan ini juga mengatakan, pada taun 2017 ini begitu banyaknya kejadian besar yang terjadi, seperti halnya situasi ekonomi lesu, diluncurkannya Perda dan Pergub yang baru sehingga membutuhkan sosialisasi dan penyesuaian hingga bencana Gunung Agung yang mengancam LPD di Karangasem.

Namun hal tersebut telah mampu dilalui, dan dijadikan hal positif yang mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan LPD. “Konsep inilah yang harus terus kita jaga, sehingga LPD tetap bisa dinikmati hingga ribuan tahun kedepan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggaraan HUT, I Made Pasti, menjelaskan, peringatan HUT LPD memang menjadi salah satu program kegiatan BKS-LPD Provinsi Bali. Hal ini dikatakannya telah tertuang dalam AD ART BKS-LPD Provinsi Bali.

“Adapun tujuan kami memperingati ataupun merayakan HUT ini rutin setiap tahunnya adalah untuk terus meningkatkan persaudaraan dan persatuan antar- LPD. Melalui persatuan dan kebersamaan ini kita dorong tumbuhnya perekonomian masyarakat,” jelasnya. (wid)