Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Unggulan

40
Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat menyerahkan materi kepada perwakilan peserta pelatihan Sekaa Taruna (ST)  se-Kota Denpasar yang dilaksanakan di gedung Natya Mandala ISI Denpasar. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) –  Di Kota Denpasar beberapa kreativitas pemuda yang telah sukses dalam bidang ekonomi kreatif seperti wirausaha, musik, videografi, arsitek, fotografi, otomotif dan desain. Serta unit bisnis kreatif lainnya diharapkan dapat membangkitkan semangat pemuda untuk terlibat dalam pergerakan kreatif di Denpasar, sehingga ekonomi berkembang menuju kesejahteraan masyarakat.

Dengan cukup besarnya gairah anak muda berkreasi di Kota Denpasar saat ini, maka secara otomatis juga akan menyerap tenaga-tenaga kreatif yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya unggulan, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar melaksanakan pelatihan Sekaa Teruna (ST) se-Kota Denpasar yang dilaksanakan, Sabtu (25/11) lalu di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar.

Pelaksanaan pelatihan yang mengangkat tema “Melalui Pemberdayaan Sekaa Teruna Kita Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Unggulan” ini dibuka secara langsung Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra ditandai dengan penyerahan materi kepada perwakilan peserta. Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Wayan Mariyana Wandira, kepala OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, bendesa se-Kota Denpasar serta para SekaaTeruna se-Kota Denpasar.

Denpasar merupakan Kota berwawasan budaya, di mana Pemkot Denpasar telah mengemas arah dan kebijakan pembangunannya melalui visi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan serta misi menumbuhkembangkan jati diri masyarakat berlandaskan budaya Bali.

“Kita memberikan informasi awal untuk kreativitas pemuda untuk meningkatkan ekonomi kreatif, kita juga membuka ruang kepada teruna-teruni untuk pengembangan secara mandiri jiwa kreatif yang tentunya ada di setiap orang di Bali,” ujar Rai Mantra saat memberikan arahan kepada peserta.

Disebutkan, jika sudah terbentuk kreatifnya tidak akan ada lagi kata pengangguran. Bali hidup karena seni. Maka dari itu fokus pembangunan di Denpasar yakni kreativitas dan kebudayaan generasi muda melalui wadah kegiatan semacam ini. Diharapkan agar budaya kreativitas pemuda jangan hilang, pemerintah akan terus mendorong dan men-support pemuda dalam upaya menumbuhkan ekonomi kreatif berbasis budaya unggulan.

“Agar budayanya tidak hilang, kita memberikan informasi dan tantangannya melalui kegiatan ini. Kita juga selalu men-support pemuda melalui berbagai kegiatan kreatif serta telah membangun taman pemuda yakni youth park di lapangan Lumintang yang dapat dimanfaatkan fasilitasnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan ekonomi kreatif berwawasan budaya kepada sekaa teruna, meningkatkan kemampuan SDM serta menumbuhkan jati diri masing-masing sekaa teruna.  Pelatihan Sekaa Teruna VI Tahun 2017 ini, diikuti kurang lebih sebanyak 412 sekaa teruna se-Kota Denpasar. (sta)