HUT Kota Tabanan Berakhir di Kecamatan Penebel Bupati Eka Hibur Rakyat Melalui Tari Rejang Renteng

75
Bupati Eka, ikut menari Rejang Renteng Bersama seratus Ibu-Ibu penari 

Tabanan (Bisnis Bali) –  Setelah melalui perjalanan yang cukup Panjang dan cukup menyita perhatian masyarakat, bukan hanya di Tabanan, Road Show di sepuluh Kecamatan serangkaian peringatan HUT ke-524  Kota Tabanan pada 2017 yang mengambil konsep Pesta Rakyat (Tabanan Fiesta), berakhir di Kecamatan Penebel, Sabtu (25/11) lalu.

Sesuai dengan perayaan-perayaan sebelumnya di Sembilan Kecamatan sebelum even Puncak yang akan digelar pada 29 Nopember nanti, Pesta Rakyat di Kecamatan Penebel juga tidak kalah meriah. Bahkan bisa dibilang lebih meriah dari perayaan di kecamatan-kecamatan sebelumnya.

Hal tersebut terbukti, dengan membludaknya masyarakat Penebel memenuhi lapangan umum Penebel yang merupakan tempat diselenggarakannya Pesta Rakyat tersebut, meski lapangan begitu becek yang sebelumnya diguyur hujan yang cukup lebat, tidak menyurutkan niat masyarakat mendatangi Pesta Rakyat ini. Hal ini mencerminkan begitu besarnya animo masyarakat Penebel menyambut Pesta Rakyat ini.

Ditambah dengan kehadiran Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, didampingi Sekda Kabupaten Tabanan,  I Nyoman Wirna Ariwangsa, Camat Penebel dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan beserta seluruh OPD di Lingkungan Pemkab Tabanan, makin memeriahkan acara Pesta Rakyat Kecamatan Penebel yang pertama ini.

Spesialnya lagi, Pada kesempatan tersebut Bupati Eka didampingi Camat Penebel, I.GA. Supartiwi, ikut menari Rejang Renteng bersama seratus ibu-ibu penari. Meski tanpa latihan, Bupati Eka mampu mengikuti setiap gerakan tarian yang dipentaskan. Bahkan orang nomer satu Tabanan ini, terlihat gemulai dan mengundang decak kagum seluruh masyarakat beserta undangan yang hadir.

“Sekarang zamannya adalah pemimpin itu harus lebih hibur rakyat. Pemimpin itu tidak harus di atas terus, Pemimpin harus bisa di bawah, banyak menghibur, ngayah istilahnya. Dan tidak ada batas dan ruang, makanya, oleh karena itu di kesempatan yang baik ini juga katanya ada tari rejang renteng 100 ibu-ibu saya akan ikut berpartisipasi menghibur rakyat Penebel,” ucap Bupati Eka sebelum mengikuti Tari Rejang Renteng.

Dirinya juga menegaskan, menghibur rakyat juga adalah suatu pengabdian, sehingga bisa mengubah paradigma masyarakat yang selalu berpikir bahwa seorang Pemimpin hanya bisa menonton masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari pengabdian. Karena selama ini orang mikir, seorang pemimpin hanya menonton rakyat, sekarang gantian kita hibur rakyat. Malu jadi Ibu, kalau tidak bisa nari Rejang Renteng,” tambah Srikandi Asal Tegeh, Angseri ini.

Bupati Perempuan pertama di Bali ini juga mengatakan, dengan adanya Pesta Rakyat ini adalah suatu ajang untuk meningkatkan kebersamaan diantara masyarakat. Bukan hanya itu, Dirinya juga mengingatkan agar masyarakat selalu berpikir positif, selalu memberikan karya yang terbaik untuk Nusa dan Bangsa, khususnya untuk Tabanan.

“Ciptakan selalu rasa kasih, rasa peduli, di antara sesama maupun lingkungan. Saya harapkan Penebel ini harus bersih, apalagi kami sudah dapat Adipura. Bagaimana sekarang Bu Camat mengkondisikan untuk Penebel ini jangan sampai ada sampah,” ungkapnya.

Harapannya, dari kesuksesan Hut kota ini, agar kedepan bisa bersama-sama membangun vibrasi yang positif sehingga Tabanan yang Serasi bisa  diwujudkan dengan sukses.*