Denpasar (Bisnis Bali) – Pariwisata Bali bisa dipromosikan melalui media film. Syuting film di Bali bisa menjadi media untuk menggaet wisatawan untuk berlibur ke Pulau Dewata. Demikian diungkapkan Kepala Pusat Penelitian Kebudayaan dan Pariwisata Universitas Udayana, Dr. Ir. Anak Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Minggu (26/11).

Ia mengungkapkan, pariwisata massal dari pasar Korea saat ini menyasar Gili Trawangan. Objek wisata di Indonesia sedang booming dipenuhi pasar Korea, karena ada pemutaran film Korea.

Ia menjelaskan, film Korea ini syutingnya di Gili Trawangan. Film menjadi salah satu daya tarik atau cara yang kuat untuk mempromosikan pariwisata.

Ia mencontohkan kawasan wisata Ubud sudah terkenal dan makin booming karena film. Hal ini karena film yang dibintangi Julia Robert dalam film “It Pray and Love ” syuting di Ubud.

Lebih lanjut dikatakannya, kawasan wisata lain di Bali berpotensi dipromosikan lewat film. Kawasan wisata di Bali akan menjadi destinasi terbaik juga karena dukungan promosi.

Ia menilai, ke depan promosi Bali bisa dilengkapi bintang film terkenal. Bintang film dunia tersebut bisa diarahkan syuting di Bali.

Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Denpasar ini mengatakan, pemerintah harus memfasilitasi bintang film yang akan melakukan syuting di Bali.

Perlengkapan syuting ini diharapkan tidak lagi dikenai bea masuk.

Jika memungkinkan, pemerintah bisa memfasilitasi akomodasi bagi bintang film dunia yang akan mau syuting di Bali.

Menurutnya, izin syuting di Bali diharapkan juga tidak dipersulit. Jika izin dipermudah akan mendorong bintang film di dunia untuk melakukan syuting di Bali. (kup)