Dikemas Kue Kering, Varian Produk Beras Merah Mengesta makin Beragam

32
Komoditi beras merah dan varian produk kue kering yang ikut ditawarkan di ajang HUT Kota Tabanan ke 524, di Kecamatan Penebel. 

Tabanan (Bisnis Bali) – Varian produk beras merah produksi Desa Mengesta, Kecamatan Penebel Tabanan, makin bertambah dengan dikemas dalam bentuk kue kering.

Menariknya, kue kering berbahan beras merah ini tak hanya mengeyangkan dikonsumsi, namun menawarkan sensasi rasa nikmat dan tentunya baik bagi kesehatan tubuh. Kue kering berbahan beras merah ini menjadi komoditi yang ditawarkan Bumdes Mangesta di ajang HUT ke-524 Kota Tabanan, di Kecamatan Penebel.

Ketua Pengelola BUMdes Desa Mengesta, Nyoman Mariadi dan didampingi Sekertaris Bumdes Mengesta, Ratnawati, di sela-sela ajang HUT ke-524 Kota Tabanan, di Kecamatan Penebel, Sabtu (25/11) lalu mengungkapkan, selama ini daerah Mengesta menjadi salah satu sentra pertanian untuk komoditi beras merah dan beras hitam di Kabupaten Tabanan.

Imbuhnya, selama ini dengan produksi yang meningkat pada musim panen dan dalam kaitannya untuk meningkatkan nilai ekonomis pada produk lokal tersebut, BUMdes Mengesta melakukan pendampingan ke kelompok sebagai upaya untuk menambah varian produk yang bisa dihasilkan dari beras merah maupun beras hitam.

“Salah satunya setelah melakukan pengembangan produk dengan mengkemas dalam bentuk teh beras merah, kini kami coba dengan menggunakan bahan baku beras merah untuk dibuat menjadi kue kering dan hasilnya bisa. Ini kemudian kami coba tawarkan di ajang ini sebagai uji pasar,” tuturnya.

Mariadi menjelaskan, proses pembuatan kue kering dari bahan beras merah ini hampir sama seperti membuat produk sejenis pada umumnya. Cuma bedanya, tepung yang digunakan pada kue kering pada umumnya digantikan dengan menggunakan tepung yang merupakan hasil dari olahan beras merah.

Selanjutnya untuk proses pencetakan, akuinya hampir sama dengan cara membuat kue kering pada umumnya. Sambungnya, terkait pengembangan atau inovasi produk, BUMdes Mengesta berencana juga akan melakukan pada bahan baku serupa dalam bentuk pengembangan menjadi lulur. Terkait itu pula, produksi beras merah dan beras hitam di Desa Mengesta akan diupayakan terus ditingkatkan guna memenuhi bahan baku dari inovasi produk tersebut.

Sementara itu, selama ini untuk pangsa pasar produksi beras hitam dan beras merah Desa Mengesta sudah cukup luas, itu karena komoditi tersebut dinilai memiliki kualitas baik dan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Katanya, terkait harga beras hitam di banderol Rp 30.000 per kg, dan beras merah dibanderol Rp 25.000 per kg, sedangkan untuk kue kering berbahan beras merah ini dibanderol Rp 15.000- Rp 20.000 sesuai ukuran.*