USAI panen banyak petani memilih untuk membakar jerami sisa panen. Tindakan tersebut menurut Ir. Ida Bagus Arsana, anggota Aspe Horti Provinsi Bali, sangat merugikan dan mengurangi kesuburan tanah.

“Membakar jerami sebenarnya justru merugikan petani. Kesuburan tanah akan berkurang sehingga produksi juga akan menurun,” terangnya. Tetapi banyak petani yang berpendapat bahwa abu bakaran jerami dapat menyuburkan tanah dan membuat tanaman tahan terhadap hama dan penyakit, padahal malah sebaliknya.

“Jerami sebenarnya memiliki kandungan unsur hara yang cukup besar. Jadi sebaiknya usai panen, jerami dihamparkan di sawah kemudian digenangi air selama dua minggu sehingga terjadi fermentasi/pembusukan,” tukasnya.

Baru setelah itu  lahan dibajak atau disingkal, sehingga jerami terkubur tanah. Unsur yang dimiliki jerami sangat berguna untuk memperbaiki kondisi lahan pertanian. Jerami yang dikomposkan ke dalam tanah mampu memperbaiki sifat-sifat tanah baik secara fisik, kimia, dan biologi tanah.

“Secara fisiokimia, pemberian kompos jerami dapat meningkatkan ketersediaan P melalui pembebasan P-tefksasi, membentuk senyawa kompleks dengan Fe maupun Al sehingga mampu sebagai penyangga pH tanah. Di samping itu dengan penambahan jerami terkomposkan dapat meningkatkan KTK tanah sehingga kehilangan hara-hara mineral dapat berkurang,” paparnya. Kalau petani zaman dulu tidak ada yang membakar jerami, karena sebagian diberikan kepada ternaknya dan sisanya diserahkan di lahan.

“Jadi sekarang petani ingin praktis, jerami dibakar di sawah itu berarti meracuni tanah.  Karena menciptakan arang, yaitu karbon monoksida ada di sana,” tukasnya. Jerami itu sangat besar memberikan vitamin pada tanah. Jerami yang telah mengalami dekomposisi dapat meningkatkan absorpsi hara, kadar K dan menurunkan kadar Fe tanah.

Pembakaran jerami secara perlahan mampu menurunkan produktivitas tanah yang bisa menyebabkan hasil panen makin menurun. Selain itu bila petani membakar jerami pada petak sawah terus menerus tanpa ada penambahan unsur hara K ke tanah akan menyebabkan tanaman padi rentan terserang hama dan penyakit. “Justru pemberian jerami sebagai bahan organik pada lahan, akan mampu mengurangi serangan hama penyakit,” tandasnya. (pur)