KUR 7 Persen Mampu Kurangi Ketergantungan Ekonomi Bali di Sektor Pariwisata

45
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, AA Ngurah Alit Wira Putra

Denpasar (Bisnis Bali) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, AA Ngurah Alit Wira Putra menyambut positif kebijakan pemerintah terhadap wacana penurunan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 9 persen menjadi 7 persen pada 2018 nanti. Pertimbangannya, bunga KUR yang lebih murah akan membuat sektor usaha kecil di Pulau Dewata menjadi tumbuh. Hal itu sekaligus akan mampu mengurangi ketergantungan pertumbuhan ekonomi Bali pada sektor pariwisata yang saat ini mencapai 90 persen.

“Ketergantungan yang tinggi di sektor pariwisata ini sangat berbahaya. Sebab, pariwisata sangat riskan terhadap perkembangan isu maupun keamanan. Itu terbukti pada fenomena Gunung Agung yang sempat mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Bali, bahkan mungkin masih mempengaruhi hingga kini,” tutur Ngurah Alit, Kamis (23/11) kemarin.

Ia menerangkan, bercermin dari kondisi tersebut ketergantungan yang besar pada sektor pariwisata harus dikurangi. Salah satunya melalui program KUR bersuku bunga murah. Di sisi lain, imbuhnya, dengan patokan KUR baru nanti akan sangat memungkinkan menggeliatkan berbagai sektor-sektor usaha yang sebelumnya sempat melesu.

Jelas Alit, suku bunga KUR 7 persen ini nantinya akan membuat sejumlah pelaku usaha lebih berani berspekulasi guna membeli barang untuk dijual kembali kepasaran, karena patokan suku bunga KUR tersebut tidak membebani. Selain itu, sebenarnya ini merupakan bukan penurunan daya beli yang sifatnya permanen, namun kondisi ini lebih mencerminkan pada ketidakpastian pendapatan.

“Ketidakpastian tersebut membuat kadang pelaku usaha ini dapat melakukan penjualan, kadang malah kosong sama sekali. Dengan penurunan suku bunga KUR ini akan membuat kepastian pendapatan usaha kecil ini lebih terjamin dari sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, meski menyambut baik patokan suku bunga KUR 7 persen pada 2018 nanti, menurutnya patokan tersebut masih dimungkinkan untuk turun lagi hingga menyentuh 6 persen. Pertimbangannya, kondisi tersebut dikaitkan dengan suku bunga deposito ditawarkan oleh sejumlah perbankan yang rata-rata berada di kisaran 6 persen. (man)