Balitbang Badung Kerja Sama dengan Unud Bahas Studi Kelayakan Ayam Ras Petelur dan ”Green House”

75
istPETELOR - Wabup Suiasa saat menghadiri pembahasan laporan akhir studi kelayakan pengembangan agrobisnis komoditi ayam ras petelor di Kecamatan Petang dan studi kelayakan pengembangan green house di Kabupaten Badung, Kamis (23/11).

Mangupura (Bisnis Bali) – Badan Peneliti dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung bekerja sama dengan Fakultas Peternakan dan Fakultas Pertanian Universitas Udayana melakukan pembahasan laporan akhir studi kelayakan pengembangan agrobisnis komoditi ayam ras petelor di Kecamatan Petang dan studi kelayakan pengembangan green house di Kabupaten Badung, Kamis (23/11) kemarin.

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kepala Badan Litbang I Wayan Suambara, dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Udayana serta instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, bertempat di ruang Kriya Gosana Puspem Badung.

Kepala Badan Litbang Kabupaten Badung I Wayan Suambara melaporkan, pada periode tahun 2017 ini Balitbang melaksanakan sejumlah kegiatan di antaranya adalah studi kelayakan pengembangan agrobisnis komodi ayam ras petelor di Kecamatan Petang sesuai arahan pimpinan di wilayah Kecamatan Petang. Badung tak ingin mengembangkan peternakan-peternakan dengan skala kecil. Akan dibuat dalam skala besar yang mungkin suatu saat akan bisa menjadi objek kunjungan, patut dibanggakan bahwa di Badung yaitu di kecamatan Petang ada objek yang dapat dilihat di sana ada sekian ribu ayam dan telor yang diproduksi setiap harinya.

Kegiatan ini mengandung makna bahwa jeli melihat kebutuhan-kebutuhan yang utama yang diserap kalangan pariwisata maupun konsumsi masyarakat semaksimal mungkin dapat ditangkap peluang pasar tersebut dan merupakan salah satu pola untuk mengedukasi masyarakat dengan potensi dimiliki dalam rangka peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Karena itu, Litbang melakukan pengkajian dan bekerja sama dengan Universitas Udayana.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan, hari ini kita melakukan pembahasan final studi kelayakan terhadap adanya obsesi kita untuk mewujudkan suatu pembangunan sektor pertanian yang kontemporer dalam hal ini ayam ras petelor, dalam rangka untuk mewujudkan satu kemandirian dalam kebutuhan berbagai sektor. Dalam hal ini masyarakat sangat berminat dan sangat layak dan pantas dari hasil studinya untuk dijadikan semacam industri peternak ras ayam petelor di Badung yang berskala besar dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan di Badung baik pariwisata maupun keseharian masyarakat. “Dari dasar ini akan dibuatkan pola anggaran untuk membangun 2 kelompok ternak yang ada di Petang dengan anggaran bangunan kurang lebih Rp16-17 miliar. Sambil berjalan juga akan disiapkan kelanjutan dari studi berikutnya yaitu strategi bisnisnya, pola bisnisnya dan juga bisnis plan-nya. Dalam rangka untuk menjaga dan  mengawal konsistensi dan eksistensi terhadap peternak ayam ras petelor tidak akan dilepas, akan tetapi akan dilakukan pendampingan 4-5 tahun,” katanya.

Suiasa menyampaikan, karena kita menginginkan pertanian kontemporer di Kecamatan Petang yang sifat agrobisnis akan dibuat juga green house dengan memanfaatkan lahan-lahan yang tidak produktif untuk perkebunan tahun 2018 ini di Kecamatan Petang. Tidak menutup kemungkinan juga akan dikembangkan di Badung Selatan dengan memanfaatkan lahan-lahan kering, yang memang di situ dari segi tata ruang diperuntukkan bagi holtikultura. “Untuk mewujudkannya pemerintah akan memfasilitasi dan memediasi terhadap kebutuhan-kebutuhannya, baik dari mulai pembangunan gedung, alat, bibit, obat termasuk dana oprasionalnya,  masyarakat benar-benar disiapkan semuanya sehingga mereka running untuk melaksanakannya dan juga dilakukan pendampingan,” tegasnya. (ad 2.145)