Pemkab Gianyar Cairkan 135 Proposal Bantuan Hibah

87
Sebanyak 135 proposal dicairkan kepada Kelompok Masyarakat penerima bantuan hibah dari Pemkab Gianyar yang diserahkan Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Wajah sumringah terlihat memenuhi Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Selasa (21/11). Pasalnya, sebanyak 135 proposal dicairkan kepada Kelompok Masyarakat penerima bantuan hibah dari Pemkab Gianyar yang diserahkan Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra.

Kepala Bagian Pengelolaan Bantuan Masyarakat, I Wayan Wirasa, S.Sos.,MAP., mengatakan, pada 2016 sebanyak 1.400 proposal ditujukan kepada Bupati Gianyar yang masuk melalui Bagian Pengelolaan Bantuan Masyarakat. Dari jumlah proposal yang masuk tersebut, telah dicairkan sebanyak 1.270 proposal.

Sementara pada APBD Induk 2017 terdapat 649 proposal yang diajukan dengan total anggaran Rp 33 miliar dan sudah dicairkan sebanyak 546 proposal senilai Rp 28.120.000.000.

Sementara pada anggaran perubahan 2017, terdapat tambahan 686 proposal, yang per tanggal 16 November 2017 direalisasikan sebanyak 135 proposal dengan nilai Rp 7.37.626.000.

Sisa dari permohonan proposal baik di Induk APBD maupun Anggaran perubahan 2017, yakni sebanyak 654 proposal masih dalam proses. “Total jumlah keseluruhan proposal baik di induk maupun perubahn sebanyak 1.335. Per 16 November ini terealisasi 681 proposal, sisanya(654 proposal_red) masih dalam proses dan ada beberapa yang sudah cair,” tambah Wirasa.

Wirasa menambahkan, pencapaian tersebut tak terlepas peran serta bendesa pakraman yang ada di wilayah kelompok masyarakat penerima hibah. Dinilai, banyaknya proposal yang masuk, menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan pembangunan baik fisik maupun nonfisik.

Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, bantuan hibah yang dicairkan saat ini merupakan bantuan dalam skala kecil, sedangkan yang skala besar dirancang berupa program. Begitu juga, dalam proses pencairannya diutamakan yang membutuhkan dan paling mendesak serta bermanfaat bagi masyarakat banyak. “Bantuan hibah ini sebagai pancingan dari pemerintah untuk membangkitkan partisipsi warga dalam mewujudkan pembangunan di daerahnya,” imbuh Mahayastra.

Mahayastra juga mengharapkan, setelah bantuan hibah ini dicairkan agar dipertanggungjawabkan sesuai dengan peruntukkan RAB yang diajukankan sehingga aparat desa tidak sampai tersandung kasus hukum.

Mahayastra juga menjelaskan, di 2018 nanti selain meningkatkan dana bantuan bansos, Pemkab Gianyar juga tengah merancang program Jaminan Kesehatan Masyarakat. Hal ini merupakan upaya dari Pemkab Gianyar dalam membantu masyarakat dalam hal penangangan kesehatan.

Di bidang peningkatan perekonomian masyarakat, di tahun 2018 pelaksanaan program akan ditujukan pada revitalisasi pasar desa. “80 persen infrastruktur di 2017 sudah selesai, pendidikan juga. Jadi 2018 kami baru menuju ke revitalisasi pasar desa,” imbuh Mahayastra. (ad 2.134)