Mirza: Sudah Rendah, BI Berpeluang tidak Turunkan Bunga Acuan

51
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara

Jakarta (Bisnis Bali) – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, Bank Sentral kemungkinan tidak lagi menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 day repo rate (7 DRR) hingga akhir tahun ini. Suku bunga acuan BI yang berlaku saat ini 4,25 persen.

“Suku bunga acuan BI yang berlaku saat ini sudah cukup dan sudah lebih rendah dari sebelum Amerika berencana mengurangi stimulus moneternya,” katanya di sela-sela pelatihan wartawan daerah BI 2017 dengan tema “Perkembangan Ekonomi Indonesia, Kondisi Terkini, Respons Kebijakan dan Prospektif ke Depan” di Jakarta, Senin (20/11) lalu.

Suku bunga acuan BI yang cukup rendah ini dipercaya Aditya mampu untuk mendorong investasi. Investasi mampu tumbuh karena adanya prediksi inflasi dalam kondisi terkendali yaitu hingga akhir tahun diperkirakan di kisaran 3,0-3,5 persen.

“Suku bunga sangat berkaitan dengan inflasi karena pemerintah tidak bisa menurunkan suku bunga tanpa menurunkan inflasi. Dalam arti, inflasi tidak hanya turun sesaat namun turun permanen rendah,” ujarnya.

Ia mencontohkan, orang kaya atau korparasi jika inflasi 7 persen secara logika seseorang atau perusahaan yang punya uang banyak pasti meminta deposito di atas 7 persen. Berbeda dengan  penabung biasa umumnya mereka tidak punya daya tawar terhadap bank. Penabung reguler dengan dana kecil ini umumnya tidak akan protes bunga bank yang diberikan.  Sementara penabung besar, mereka mempunyai daya tawar terhadap bank.

“Pertanyaanya berapa besar penabung besar orang dan perusahaan di Indonesia? Jawabnya dari 206 juta rekening di Indoensia yang balance di atas Rp 2 miliar (sesuai penjaminan LPS) hanya 239.000 rekening,” terangnya. (dik)