Bali perlu Dilengkapi  Fasilitas untuk Pejalan Kaki

64
FASILITAS - Pemerintah perlu menyediakan fasilitas pejalan kaki sesuai kebutuhan wisatawan yang berlibur ke Bali. Fasilitas bagi pejalan kaki yang ada di kawasan Eropa.(kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Wisatawan leasure dan MICE yang berlibur di Bali, tentu ingin menikmati keindahan alam Bali. Pemerintah dan pengelola wisata, perlu menyediakan fasilitas pejalan kaki untuk wisatawan.

Ketua INCCA Bali, IB. Surakusuma, Selasa (21/11) mengatakan, wisatawan dari berbagai negara yang berlibur ke Bali ingin menikmati suasana dan keindahan alam Bali. Mereka memiliki kebiasaan untuk berjalan kaki mengunjungi kawasan daya tarik wisata atau tempat berlibur.

Ia menjelaskan, kebiasaan wisatawan berjalan kaki ini harus dipahami oleh pemerintah bersama pengelola destinasi. Hal ini mesti ditindaklanjuti dengan penyediaan fasilitas untuk pejalan kaki.

Dipaparkannya, selama ini kawasan sentral pariwisata seperti di Kuta dihadapkan dengan masalah kemacetan. Penambahan sarana jalan sangat sulit untuk diimplementasikan.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, pemerintah harus menyiapkan ruas jalan atau trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki. Wisatawan yang terbiasa berjalan kaki bisa memanfaatkan ruas pejalan kaki ini untuk mengunjungi daya tarik wisata yang akan mereka kunjungi.

Di ruas pejalan kaki ini mesti dilengkapi tiang pembatas jalan raya dan ruas untuk pejalan kaki.  Dalam rentang tertentu, mesti disiapkan kursi untuk beristirahat. Di tempat istirahat pemerintah bisa menyiapkan air bersih siap minum.

Menurutnya, wisatawan sudah terbiasa menikmati fasilitas bagi pejalan kaki di negaranya. Kebutuhan wisatawan ini harus segera diwujudkan terlebih menjelang pelaksanaan konvensi IMF-World Bank di Bali 2018.

Kendala yang dihadapi saat ini kabel listrik yang membentang di sepanjang jalan mengurangi keindahan pemandangan alam. Permasalahan parkir di pinggir jalan mengganggu kenyamanan wisatawan yang berkeinginan berjalan kaki.

Ia menambahkan, wisatawan pejalan kaki berharap rasa aman dan nyaman selama berjalan kaki. Pihak keamanan perlu menempatkan aparatnya terutama di kawasan rawan kejahatan seperti copet, pencurian, dan tindak kejahatan lain yang menyasar masyarakat lokal maupun wisatawan. ” Di tengah tingkat kemacetan yang tinggi, wisatawan harus bebas dari aksi kriminal atau tindak kejahatan saat berjalan kaki,” katanya.(kup)