Tingkatkan layanan Kesehatan,  Wabup Mahayastra ’’Launhcing’’ PSC 119

72
Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra me-lounching PSC dengan call center 119 pada Puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53, di Lapangan Astina Gianyar, Jumat (17/11)

Gianyar (Bisnis Bali)- Untuk lebih meningkatkan pelayanan di bidang Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Kesehatan meluncurkan program Publik Safety Center (PSC). PSC dengan ­ 119 dip-lauching oleh Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra, pada Puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53, di Lapangan Astina Gianyar, Jumat (17/11).

Publik Safety Center (PSC) dengan call center 119  yang terpusat di Matra Gianyar didukung oleh seluruh rumah sakit umum dan swasta maupun puskesmas se-Kabupaten Gianyar. Seperti dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dr. I.A Cahyani Widyawati, PSC ini akan didukung oleh 21 ambulance dari seluruh rumah sakit dan puskesmas yang ada. Masyarakat yang membutuhkan bantuan tinggal menelepon ke call center 119, dan nantinya akan dikoordinasikan dengan rumah sakit atau puskesmas terdekat dengan lokasi penelepon.
“Ini merupakan bentuk penanganan pertama kegawatdaruratan kesehatan, yang diharapkan menjamin respon cepat dan tepat dalam mencegah kecacatan dan keselamatan nyawa seseorang,” kata dr. Cahyani Widyawati.
Pelayanan PSC ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat tanpa kecuali, begitu mereka menelepon ke call center maka ambulance akan segera menuju ke lokasi. Petugas call center nanti akan siaga 24 jam, jadi meskipun malam hari jika masyarakat membutuhkan ambulance tetap bisa dilayani.
Selain Launching PSC 119, pada kesempatan itu juga dideklarasikan Open Deffecation Free (ODF) oleh seluruh kepala desa/lurah se-Kabupaten Gianyar.

Para kepala desa/lurah ini mendeklarasikan kesepakatan mereka untuk menerapkan pola hidup bersih di wilayahnya dan membebaskan wilayahnya dari masalah buang air besar sembarangan. Jadi dengan dideklarasikannya ODF, jika ada masyarakat masih buang air besar sembarangan seperti di kali, sungai atau di kebun maka dapat dikenakan sanski.

Sementara itu wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra di depan para tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, penyuluh kesehatan maupun paramedis lainnya menyatukan visi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Apalagi Gianyar merupakan daerah tujuan wisata, sedikit saja ada isu tentang kesehatan akan membawa dampak yang cukup besar pada jumlah kunjungan wisatawan.

Apalagi tahun 2018 nanti kami menargetkan PAD sebesar Rp. 629 M yang sebagaian besar bersumber dari pajak hotel dan restoran.  Terkait dengan program PSC 119, Mahayastra berharap agar dapat dijalan dengan maksimal. Kita harus memberikan pelayanan pada masyarakat secara cepat, tepat dan penuh dengan keramahan.

“Saya harap dalam memberikan pelayanan petugas kesehatan baik itu dokter, bidan, perawat dan lain-lainnya harus maksimal dan ramah. Jangan sampai kejadian seperti medsos terjadi di Gianyar, petugas kesehatan asyik main Hp saat memberikan pelayanan kesehatan,” tegas Made Mahayastra.

Selain berjanji menambahkan anggaran di bidang kesehatan, Wabup Mahayastra juga memberikan angin segar yaitu Pemkab Gianyar pada TA 2018 nanti akan menambahkan anggaran berupa dana bansos.  Dana ini nantinya dapat digunakan oleh masyarakat untuk mendapatkan bebrapa jenis manfaat pelayanan kesehatan, dan pelayanan rawat inap kelas 3 di RSUD Sanjiwani dan beberapa rumah sakit yang ditunjuk.

Desember nanti atau paling lambat awal tahun, melalui Dinas Kesehatan akan mengeluarkan brosur  jenis pelayanan apa saja yang dibisa di dapatkan masyarakat nanti, dan itu akan disosialisasikan melalui kantor camat atau prebekel di masing-masing wilayah.

Selain launching PSC dan Deklarasi ODF, pada puncak HKN ke-53 ini juga diserahkan sertifikat sertifikasi ke pada RSUD Sanjiwani dan beberapa RS swasta, dan puskesamas di Gianyar, penyerahan penghargaan pusesmas berprestasi, sertikat dokter kecil dan penyerahan hadiah kegiatan lomba HKN. (ad2.118)