“Pujawali” di Pura Luhur Tanah Lot Jadi Daya Tarik Wisata

47
RAMAI - Antrean kendaraan wisatawan di pintu masuk DTW Tanah Lot.

Tabanan (Bisnis Bali) – Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot, Tabanan yang berlangsung mulai 15-18 November 2017 menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke objek wisata dengan menawarkan keindahan pura di tengah pantai tersebut. Tak jarang, wisatawan berburu mengabadikan momen langka tersebut.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, Toya Adnyana, Jumat (17/11) mengungkapkan, iring-iringan pemedek menambah keindahan wisata Tanah Lot selama pujawali dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Ia menambahkan, wisatawan ikut berbaur di bibir pantai bersama para pemedek, bahkan menjelang sore arus wisatawan ini makin bertambah datang sambil menikmati pemandangan matahari tenggelam (sunset).

“Antreannya biasanya saat pagi dan malam hari. Piodalan di Tanah Lot ini juga bersamaan dengan Pura Batu Bolong dan Pura Penataran di kawasan di Tanah Lot,” katanya.

Menurut Toya Adnyana, wisatawan rela menunggu seharian untuk bisa mengabadikan momen yang paling digemari wisatawan asing ini.

Ia memaparkan, wisatawan sangat antusias melihat langsung prosesi keagamaan di DTW Tanah Lot, sedangkan untuk pemedek lokal biasanya kebanyakan berdatangan antara pukul 02.00  06.00 pagi harinya, karena pas itu air laut sedang surut.

Ia mengatakan, terkait pujawali, kegiatan biasanya mencapai puncak keramaian saat sore sampai malam hari. Terkait itu pula, DTW Tanah Lot dibantu oleh teruna-teruni dari Desa Pekraman Beraban yang ngaturang ayah secara bergilir. Jadi dari masing-masing banjar adat di Desa Pekraman Beraban, secara bergiliran sekeha teruna teruni-nya ngaturang ayah di Pura Luhur Tanah Lot.

“Biasanya mereka secara bergilir dari pagi sampai malam hari. Selain itu jika air laut sedang pasang, pihak panitia akan memasang tali sepanjang area beji fungsinya untuk membantu pemedek yang akan bersembahyang ke luhur ataupun yang akan mepamit selesai bersembahyang. Kita juga menyiapkan rubber boat untuk antisipasi,” ujarnya. (man)