Pariwisata Jadi Unggulan Penopang Perekonomian

65

Mangupura (Bisnis Bali) – Industri pariwisata menjadi unggulan dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu, penanganan dan pengelolaan pariwisata harus lebih serius untuk memastikan manfaat dan dampak positif bagi perekonomian.

Deputi Bidang Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata RI, Prof. Dr. I Gde Pitana di sela-sela acara Indonesia Tourism Outlook 2018 yang diselenggarakan Ikatan Alumni STP Nusa Dua Bali(Estepers) Jumat (17/11) mengatakan, pariwisata menjadi unggulan menjadi penghasil devisa nomor 1. Kontribusi pariwisata ini antara lain bisa  menggunakan data BPS.

Ia menjelaskan, pariwisata diharapkan mencapai target pertumbuhan mencapai 25 persen. Target ini tercapai dengan dukungan infrastruktur. Dipaparkannya sektor pariwisata tumbuh seperti pasar Cina tumbuh 45 persen. Selain Cina, Indonesia mengoptimalkan penggarapan pasar India. Pasar India ke depan akan  tumbuh secara pesat.

Ia mencontohkan penambahan kedatangan wisatawan ke Bali bisa dilihat dari kedatangan pesawat yang mengantarkan wisatawan di Bandara Ngurah Rai. Wisatawan bisa datang ke Bali melalui jalur laut seperti kapal pesiar melalui Pelabuhan Benoa dan Celukan Bawang.

Prof. Pitana mengatakan, untuk mendorong pengembangan pariwisata, wajib memahami lawan atau pesaing Indonesia. Ini akan menjadi dasar untuk memenangkan persaingan.

Ia melihat 2018 sektor pariwisata akan makin baik. Untuk itu, sektor pariwisata mesti memahami perubahan pasar yang sangat fundamental.

Prof. Pitana menambahkan, pasar  Australia dan Cina ke Indonesia dan ke Bali tetap tinggi. Pasar Jepang relatif stagnan. Pasar India akan makin tumbuh akan mengejar posisi pasar Jepang. (kup)

Ada photo kup—Prof. Dr. I Gde Pitana