Peduli Lingkungan, LPD Ketewel Prakarsai Tanam Pohon Nangka sebagai Maskot Desa

67
Kepala LPD Desa Adat Ketewel, I Ketut Wardika (kiri) menunjukan pohon nangka di pinggir jalan yang telah tumbuh dengan baik. (wid)

Gianyar (Bisnis Bali)- Sebagai upaya pelestarian lingkungan dan menanggulangi pemanasan global, LPD Desa Adat Ketewel memprakarsai penanaman pohon nangka di sepanjang wilayah Desa Adat Ketewel. Penanaman pohon nangka yang
dijadikan maskot Desa Adat Ketewel ini, sudah dilakukan dari 2014 silam.

Kepala LPD Desa Adat Ketewel, I Ketut Wardika, saat ditemui, Rabu (15/11) kemarin mengatakan, kegiatan tanam pohon nangka di wilayah Desa Adat Ketewel ini bermula dari kekahwatiran akan pemanasan global yang terus meningkat. Dia juga mengatakan, kegiatan penanaman pohon ini merupakan program pelemahan (hubungan yang harmonis manusia dengan lingkungan) dari LPD Ketewel.

“Tiga program dari LPD Ketewel yaitu parhyangan, pawongan dan palemahan telah kami realisasikan. Dan untuk pelemahan tersebut salah satunya kami realisasikan dengan penanaman pohon nangka yang akan
menjad maskot Desa Adat Ketewel, sesuai namanya yang Ketewel artinya pohon nangka,” katanya.

Diawali dengan pengajuan proposal ke instansi terkait,  penanaman pohon segera direalisasikan secara bertahap dengan menerima sumbangan bibit pohon nangka dari berbagai pihak yaitu dari Prebekel, Pemerintah
Kabupaten, LPD hingga Dinas Kehutanan Provinsi Bali. Adapun total jumlah
bibit yang ditanam dari bulan September hingga Desember 2014 yaitu  2.079 buah. “Hingga saat ini sekitar 566 pohon telah tumbuh
dengan baik. Selain bermanfaat sebagai penghijauan, daun dan buah
nangka ini juga digunakan masyarakat untuk sarana upakara, terlebih lagi pada momen Hari Raya Galungan dan Kuningan Kemarin,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, selain penanaman pohon, LPD Ketewel juga
memiliki program peduli lingkungan lainnya seperti bank sampah. Demikian juga program parhyangan seperti perbaikan Pelinggih dan
sebagainya juga telah sering dilakukan. “Dan untuk program pawongan juga telah kami realisasikan berupa pelestarian budaya melalui pentas penerus budaya yang melibatkan 620 seniman pada malam pentas budaya,”
jelasnya. (wid)