Semarapura (Bisnis Bali) – Pengaruh kecanggihan teknologi saat ini khususnya dalam hal bisnis, memberi kemudahan masyarakat sehingga banyak  yang memilih transaksi online dalam memenuhi kebutuhannya. Meski demikian, tidak membuat omzet pedagang konvensional tergerus, karena dengan mengunggulkan kualitas produk khususnya fashion, pedagang konvensional terutama di pasar tradisional mampu mengatasi persaingan.

Seperti halnya pedagang di pasar tradisional Semarapura, yang menjual berbagai jenis pakaian adat masih tetap bertahan ditengah maraknya penjualan pakaian adat melalui media online saat ini. Salah seorang pedagang, Nengah Parwata, saat ditemui, Rabu (15/11), mengaku

omzet masih tetap stabil, bahkan meningkat Hari

Raya Galungan dan Kuningan lalu.

Lebih lanjut dijelaskannya, ketika jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, penjualannya meningkat hingga 30 persen. Hal ini dikarenakan dirinya mempunyai strategi tersendiri, barang yang dijual harus

benar-benar berkualitas. “Kalau jualan langsung, barang-barang akan banyak, dan konsumen bisa memilih, bisa membandingkan. Demikian juga kualitas dari barang yang dipilih juga langsung diketahui. Kalau online akan hanya lihat foto, yang bisa saja terlihat bagus karena efek kamera,” ungkapnya.

Diakuinya, transaksi jual beli online telah menjadi trend oleh masyarakat, terutama generasi muda. Hal itu dianggap lebih praktis, pembeli tidak lagi harus datang ke pasar. Barang yang dipesan langsung diantar ke tempat tujuan. Namun demikian, hal itu tak membuatnya khawatir akan usahanya gulung tikar karena kalah saing.

“Tidak ada dampak bagi kami, penjualan masih sama seperti dulu, sebelum ada online,” ungkapnya.

Tak jauh berbeda dengan yang diungkapkan pedagang, Ni Wayan Sujati. Langganannya masih tetap setia untuk membeli barang-barang yang dijajakan. Ia mengutarakan alasannya karena lebih banyak pilihan. “Pelanggan tetap seperti dulu. Penjualan juga stabil,” katanya.

Dikonfirmasi terkait ini, salah seorang pedagang online, Tri Wahyuni, mengatakan, pedagang online dan konvensional saling melengkapi.

Menurutnya, tidak semua masyarakat suka berbelanja online, karena takut tertipu atau barang yang dibeli tidak muat. Hal ini membuat masyarakat tersebut lebih memilih belanja konvensional dan menggunakan gambar yang tertera pada penjualan online. “Dengan ini pedagang konvesional menjadi untung, karena tanpa promosi konsumen sudah tahu barang mana yang jadi tren saat ini. Tentunya hal ini membuat penjualan pedagang konvensional kian laris,” ungkapnya.

Demikian juga pedagang online, dikatakannya, sangat dibantu oleh pedagang konvensional yang bisa menyetok barang banyak. “Kalau pedagang konvensionalnya cerdas, mereka malah akan jauh lebih bertambah omzetnya dengan mencari pelanggan pedagang online,” paparnya.  (wid)