Gianyar Gelar Sarasehan Pelestarian Nilai-nilai Kepahlawanan

44
Sarasehan dalam rangka peringatan hari pahlawan yang ke-73 dan puputan margarana ke-72 di Balai Budaya Gianyar, kamis (16/11). (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia Kabupaten Gianyar memberikan bingkisan kepada keluarga pahlawan dan sarasehan tentang nilai-nilai kepahlawanan dalam rangka peringatan hari pahlawan yang ke-73 dan Puputan Margarana ke-72 di Balai Budaya Gianyar, Kamis (16/11).

“Sarasehan dimaksudkan untuk merestorasi kembali nilai-nilai perjuangan dalam membentuk karakter menjadi sebuah jati diri melalui pendekatan rekayasa sosial dengan tujuan agar dapat membangun kembali keyakinan bahwa kita adalah Indonesia yang memiliki kepercayaan dan jati diri yang kuat serta penuh optimism,” ujar A.A.Gd. Rai Adnya selaku ketua panitia sarasehan.

Ia juga menambahkan, dalam kegiatan sarasehan ini akan memberikan bingkisan kepada 84 keluarga pahlawan sebagai kesetiaan, tanda bakti, rasa terima kasih dan rasa hormat kepada para pahlawan atas pengabdian dan pengorbanannya terhadap Bangsa dan Negara.

Bupati Gianyar yang diwakilkan Asisten Administrasi Umum, I Wayan Sudamia mengatakan, perjuangan dan pengorbanan para pahlawan pejuang kemerdekaan hendaknya menjadi inspirasi bagi kita saat ini untuk terus bahu-membahu mengisi kemerdekaan dengan melakukan pembangunan di segala bidang, demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.  Peringatan hari pahlawan merupakan bentuk penghormatan atas semangat nilai kepahlawanan yang telah ditunjukkan para pejuang dalam meraih dan mempertahankan NKRI.

Ia juga menambahkan sebagai generasi muda kita harus meneladani dan menghayati tentang semangat kepahlawanan dan melestarikan nilai-nilai kepahlawanan seperti sikap patriotisme, kecintaan terhadap bangsa dan tanah air, sikap madiri, disiplin, bertanggung jawab dan pantang menyerah. Ia juga berharap dalam momentum peringatan hari pahlawan ini dapat menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial sebagai anak bangsa yang pada akhirnya dapat menyelesaikan berbagai masalah yang sedang kita hadapi.

Acara sarasehan kali ini diisi oleh Dandim 1616/Gianyar, Asep Noer Rokhmat yang memaparkan sejarah bangsa Indonesia yang panjang dari jaman kerajaan hingga jaman penjajahan dengan mengambil tema Pelestarian Nilai-nilai Kepahlawanan untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Generasi Muda dalam Membangun Negeri. Ia juga mengutip kata-kata Bung Karno “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”, karena bangsa yang melupakan sejarah, akan dengan mudah tercerabut dari akar sejarah itu sendiri, dan menjadi bangsa antah berantah.

Di samping memaparkan sejarah perjuangan bangsa, Asep Noer rokhmat juga menanamkan pembangunan karakter seperti sikap cinta tanah air dan bela negara, peduli terhadap lingkungan, beribadah sesuai kepercayaan, melestarikan adat istiadat serta memberikan pemahaman mengenai pemahaman pancasila.  Di akhir acara ia mengingatkan agar para pemuda untuk berpikirlah jernih, bijak namun kritis melihat hal-hal yang aneh. (kup)