BPR harus Rajin Pupuk Modal Organik

42
BPR - Guna mendukung aktivitas layanan nasabah, BPR harus melakukan upaya penguatan permodalan. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Dalam menjaga eksistensi, bank perkreditan rakyat (BPR) wajib melakukan penguatan permodalan. Penguatan modal BPR ini bisa dilakukan secara optimal melalui pemupukan modal organik.

Ketua DPK Perbarindo Bali Timur, IDGM Darmawijaya, Kamis (16/11) mengatakan, untuk memecahkan masalah kendala permodalan, pemegang saham selaku pemilik BPR wajib memiliki komitmen untuk selalu menambah modal. Ini dikarenakan, sumber permodalan utama BPR dari pemegang saham.

Darmawijaya menjelaskan, BPR tidak hanya membutuhkan dukungan penambahan modal dari pemegang saham. BPR juga bisa melakukan pemupukan modal organik guna memperkuat permodalan.

Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana mengatakan, BPR diingatkan melakukan penguatan permodalan, sehingga lebih mudah melakukan ekspansi usaha. BPR tumbuh dan berkembang sangat tergantung kemampuan permodalan.

Dipaparkannya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selalu mengingatkan BPR melakukan penguatan permodalan. Hal ini terutama melakukan pemupukan modal organik melalui pemanfaatan laba ditahan.

Dipaparkannya, 2016  BPR sudah berupaya mengoptimalkan pemupukan laba organik untuk penguatan modal BPR. Sesuai aturan POJK modal BPR di 2019 diharapkan minimal Rp 6 miliar. Berdasarkan data OJK memang ada beberapa BPR terlihat kekurangan permodalan.

Perbarindo Bali menegaskan, BPR di Bali mampu memenuhi ketentuan permodalan sesuai ketentuan POJK. Pada 2019, Perbarindo memiliki keyakinan BPR-BPR di Bali mampu untuk memenuhi ketentuan POJK terkait permodalan. (kup)