Aktivitas “Cruise” di Pelabuhan Benoa Berjalan Normal

77
PESIAR - Kapal pesiar Silver Wishper sedang bersandar di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Gencarnya pemberitaan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung di luar negeri, tidak terlalu mengganggu aktivitas cruise di Pelabuhan Benoa. General Manager PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Pelabuhan Benoa, Wayan Eka Saputra, Kamis (16/11) mengatakan, untuk meningkatkan layanan Pelindo 3 menyediakan fasilitas klinik kegawatdaruratan  (Klinik First Aid) untuk para pekerja di Pelabuhan Benoa termasuk penumpang cruise yang lego jangkar di Pelabuhan Benoa.

Ia mengungkapkan, terkait pemberitaan aktivitas vulkanik Gunung Agung tidak berdampak terhadap aktivitas cruise di Pelabuhan Benoa. Tidak ada pembatalan untuk kedatangan wisatawan dan cruise ke Pelabuhan Benoa. “Walaupun sebelumnya gencar diberitakan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung, cruise ke pelabuhan Benoa datang sesuai jadwal,” katanya.

Ia mencontohkan saat ini kapal pesiar Silver Wishper sedang bersandar di dermaga timur Pelabuhan Benoa. Kapal pesiar ini datang dan lego jangkar di Pelabuhan Benoa sesuai dengan jadwal kedatangan dan keberangkatan. Selanjutnya akhir November dan Desember masih ada kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Benoa.

Terakhir kedatangan kapal pesiar di Pelabuhan Benoa di 2017 tercatat tanggal 23 Desember. Cruise Silver Wishper merupakan kapal yang ke-57 singgah di Pelabuhan Benoa.

Menurutnya, patut disyukuri walaupun di luar negeri banyak ditampilkan berita hoax Gunung Agung, aktivitas kapal pesiar di Pelabuhan Benoa berjalan normal. Kedatangan kapal pesiar sesuai jadwal dan tidak ada pembatalan kedatangan kapal pesiar.

Diakuinya, untuk menjamu kedatangan kapal pesiar, Pelabuhan Benoa sudah melakukan upaya penataan guna memenuhi kebutuhan pasar cruise. Langkah yang sedang dilakukan meliputi pendalaman dan perluasan  dermaga sehingga cruise dengan kapasitas penumpang lebih besar bisa lego jangkar di Pelabuhan Benoa.

Eka Saputra menegaskan, Pelabuhan Benoa sudah melakukan upaya penambahan fasilitas guna peningkatan layanan. Sesuai standar pelabuhan kapal pesiar internasional, Pelabuhan Benoa sudah menyiapkan  klinik kegawatdaruratan di Pelabuhan Benoa. Klinik ini tidak hanya untuk tenaga kerja yang bertugas di Pelabuhan Benoa melainkan juga bisa dimanfaatkan penumpang pelabuhan Benoa yang sakit dan perlu layanan darurat.

Direktur SDM dan Umum Pelindo 3, Toto Heli Yanto membenarkan, di Pelabuhan Benoa sudah disediakan klinik kegawatdaruratan (Klinik First Aid). Klinik ini tidak hanya dapat digunakan oleh semua pekerja dari stakeholder di Pelabuhan Benoa, melainkan penumpang cruise yang sedang sakit juga bisa memanfaatkan klinik tersebut. (kup)