BERBAGAI program prorakyat telah digulirkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. dan Drs. I Ketut Suiasa, S.H., untuk masyarakat Badung. Kesehatan gratis, pendidikan gratis, santunan kematian, santunan penunggu pasien, penguatan adat budaya merupakan sederet program yang telah dinimati masyarakat di Gumi Keris.

Program yang telah terwujud tidak terlepas dari peran serta Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Badung, I Wayan Adi Arnawa. Selaku koordinator organisasi perangkat daerah (OPD), birokrat asal Desa Pecatu, Kuta Selatan ini terus berupaya mengawal setiap janji paket Giriasa yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kami berpikir dari hulu, yakni RPJMD, karena ini merupakan angan-angan dan janji politik Bapak Bupati yang ingin diwujudkan untuk masyarakat, khususnya di Badung. Ini (RPJMD –red) adalah visi misi Beliau,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap perangkat daerah harus membuat rencana strategis yang di dalamnya terdapat tujuan, sasaran, dan target. Sebagai upaya menjabarkan setiap program Bupati, tentunya diperlukan komitmen seluruh aparatur sipil negara (ASN).

 “Saya ingin ada parameter yang jelas terukur, jadi tidak sekadar omong doang. Saya harus pastikan RPJMD 2016-2021 bisa dieksekusi sebagai komitmen pertanggungjawaban Bapak Bupati kepada masyarakat Badung,” ucapnya.

Pada awal tahun 2018 nanti, Pemkab Badung juga sudah siap menerapkan sistem aplikasi e-kinerja. Dengan e-kinerja diharapkan dapat meningkatkan disiplin dan kinerja pegawai Pemkab Badung sehingga pelayanan kepada masyarakat terlaksana dengan optimal. Dengan sistem ini juga sangat menentukan dari besaran tunjangan kinerja yang akan diterima pegawai.

 Adi Arnawa mengatakan, penerapan e-kinerja ini merupakan langkah awal dalam rangka mencoba menerjemahkan apa yang tertuang dalam PP No. 81 Tahun 2010 tentang grand design reformasi birokrasi di Indonesia. Melalui penerapan e-kinerja, ia menginginkan ASN di Badung dapat melangkah ke depan terutamanya dalam rangka mengubah mindset dan paradigma ASN.

“Dengan penerapan e-kinerja ini nanti ASN akan menyadari bahwa pendapatan yang tinggi itu linier dan berbasis pada kinerja,” tegasnya.

Sekkab Badung juga mengingatkan harus mulai mengubah paradigma, bekerja dengan lurus dan melihat tugas pokok yang dikerjakan dengan dasar acuannya adalah RPJMD Semesta Berencana.

“Tidak mungkin orang yang tidak bekerja dapat tunjangan atau orang yang tidur dapat tunjangan. Saya tidak mau, dapat uangnya tidak bekerja,” tegasnya. (ad 2.106)