Causa Iman Karana: Temuan Upal di Bali Menurun

48
Kepala KPw BI Bali Causa Iman Karana

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mengakui penemuan uang palsu (upal) di Pulau Dewata kian menurun. Tercatat pada Oktober 2017, temuan uang palsu mencapai 239 lembar atau turun dari September 2017 mencapai 348 lembar.

Kepala KPw BI Bali Causa Iman Karana di Renon, Rabu (15/11) kemarin mengatakan, upal tidak ada nilainya sehingga tercatat hanya lembar yang ditemukan, begitu pula seperti kejadian di Bangli belum lama ini.

“Bila melihat data temuan Januari-Oktober 2017 ini, upal yang ditemukan mencapai 4.209 lembar,” katanya.

Total jumlah temuan upal sepanjang 2017 tersebut secara year on year mengalami penurunan dibandingkan temuan periode sama 2016 yang mencapai 5.594 lembar ataupun 2015 mencapai 4.744 lembar. Menurut Pak Cik biasa ia disapa, jadi bila dilihat secara grafik sepanjang 2017 ini menunjukkan upal yang ditemukan kian menurun.

“Bila melihat grafik temuan upal puncaknya terjadi pada Juni mencapai 501 lembar,” ungkapnya.

Selanjutnya kian menurun yaitu Juli mencapai 545 lembar, Agustus 513 lembar, September 348 lembar setelah sebelumnya Januari 319 lembar, Februari 308 lembar, Maret 428 lembar, April 485 lembar dan Mei 2017 mencapai 433 lembar.

Ia menilai turunnya jumlah temuan upal menandakan masyarakat sudah memahami ciri-ciri keaslian uang rupiah (cikur) sehingga mereka dengan mudah bisa membedakan mana rupiah yang asli dan palsu, termasuk pemahaman masyarakat bagaimana menangani temuan upal dengan melaporkan ke BI.

“Terkait temuan upal di Bangli teknisnya memang sangat amatir dan sudah tertangkap,” jelasnya.

Causa Iman juga menegaskan, temuan upal dipastikan tidak ada berproduksi di Bali atau ada ada  jaringan. Walaupun ada beredar jumlahnya sangat kecil karena sudah keburu ketahuan oleh masyarakat dan aparat kemanan. (dik)