TANAMAN rosella belakangan mulai dikenal masyarakat karena manfaatnya bagi kesehatan. Rosella diperkenalkan kepada masyarakat Bali oleh para praktisi herbal sehingga permintaannya terus meningkat.

Budi daya rosella tidak terlalu  sulit, namun membutuhkan ketelitian.  Made Yuliani petani rosella memaparkan, tanaman rosella pada dasarnya dapat tumbuh dengan subur di cuaca, suhu, serta kondisi lahan apa pun. Namun perbedaan kondisi tersebut akan mempengaruhi warna bunga yang dihasilkan.

“Sebenarnya rosella dapat tumbuh subur pada lahan dengan ketinggian 10 sampai 600 meter dari permukaan laut. Pertumbuhannya akan optimal pada suhu sekitar 20 sampai 34 derajat celcius,” paparnya.

Rosella juga dikenal sebagai tanaman semusim, sehingga hanya memiliki satu kali masa produktif. Rosella dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian satu hingga tiga meter dengan lebar pohon bisa mencapai 2 meter.

Memulai budi daya lakukan pembersihan lahan terlebih dahulu, kemudian gemburkan tanah, lalu berikan pupuk, serta pembuatan bedengan bila drainase lahan tidak bagus. “Kalau lahan sudah siap, baru rendam benih yang bisa didapatkan dari toko sarana dan produksi pertanian. Setelah benih berkecambah, baru tanam di lahan yang telah disiapkan tadi,” tuturnya.

Tetapi banyak petani melakukan persemaian secara langsung di lahan. Penanaman pada lahan dapat dilakukan langsung dengan cara membuat lubang pada lahan dan memasukkan 2 hingga 3 biji rosella ke dalam lubang tersebut. Tetapi kalau menggunakan bibit yang telah berkecambah, maka per lubang sebaiknya tanam 1 sampai 2 bibit.

Agar menghasilkan bunga yang berkualitas, perawatan rosella terbagi menjadi pemupukan dan pemberantasan hama. Pupuk susulan dapat diberikan jika tanaman telah mencapai umur 3 sampai 8 minggu dan umur 1 hingga 2 bulan, dengan menggunakan pupuk organik, karena rosella akan digunakan sebagai obat herbal.

Selain pemupukan, pemberantasan hama penyakit juga merupakan hal penting yang harus dilakukan dalam tahap perawatan tanaman rosella. Adapun hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman ini antara lain adalah penyakit phytopthora dan hama kutu daun. “Untuk menanggulanginya, anda dapat menggunakan pestisida organik serta menjaga kebersihan lahan secara teratur,” tukasnya. (pur)