BPR harus Perkuat Permodalan

55
TRANSAKSI - Nasabah yang sedang bertransaksi dan memanfaatkan produk BPR. (kup)

Mangupura (Bisnis Bali) – Tumbuh dan berkembangnya sebuah bank perkreditan rakyat (BPR), sangat tergantung dari pengurus dalam pengelolaan  manajemen BPR. Untuk menghadapi persaingan, BPR harus melakukan penguatan permodalan.

Ketua DPK Perbarindo Badung, Agus Prima Wardana, Rabu (15/11) mengatakan, BPR memang perlu ditopang modal yang kuat, sehingga direksi beserta manajemen bisa melakukan fungsi intermediasi secara optimal. Selain dalam pelemparan kredit, dengan permodalan yang makin kuat, BPR bisa mengembangkan kantor kas dan kantor cabang.

Ia menjelaskan, terkait masalah permodalan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mewajibkan semua BPR untuk membuat action plan. BPR diwajibkan membuat laporan permodalan ini sampai batas akhir 2024.

Agus Prima Wardana berharap, nantinya BPR sudah memenuhi ketentuan permodalan. Hal ini sesuai dengan rencana pemenuhan modal BPR yang sudah dilaporkan ke OJK.

Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana mengatakan, di tengah persaingan yang ketat antar-lembaga keuangan ini, tantangan BPR harus meyakinkan nasabah. Penempatan dana di BPR mendapatkan jaminan bunga dari LPS yang lebih tinggi dari bank umum.

Wiratjana melihat BPR juga wajib melakukan penguatan modal. Penguatan modal ini akan mendorong BPR bisa memperluas jaringan usaha. “BPR diingatkan melakukan penguatan permodalan, sehingga lebih mudah melakukan ekspansi usaha,” katanya. (kup)