BPBD Tabanan Bentuk Komunitas Relawan Sekolah Sungai

33
Acara tersebut dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita (man)

Tabanan(Bisnis Bali) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan, Rabu (15/11), bertempat di ruang rapat Kantor Perbekel Dauh Peken,Tabanan melaksanakan kegiatan pembentukan dan pengembangan  komunitas atau relawan  sekolah sungai.

Kegiatan itu merupakan salah satu tahapan dari rangkaian gerakan pengurangaan resiko bencana melalui kegiatan sekolah sungai di kabupaten Tabanan. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Made Sucita, yang juga penanggung jawab kegiatan itu.

Dalam laporanya yang dibacakan oleh Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPDB Kabupaten Tabanan, Ketut Supadma  mengatakan, dalam rangka pengurangan risiko bencana di 136 kabupaten/kota sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, di mana Kabupaten Tabanan termasuk didalamnya. Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB) melaksanakan kegiatan penguatan kelembagaan bidang pengurangan risiko bencana berupa kegiatan sekolah sungai.”Untuk Tabanan lokus atau sasaran kegiatan sekolah sungai ada di sungai yeh empas (Dauh Pala) dan drainase di perumahan surya graha lestari (sebelah barat lapangan wagimin),” kata supadma

Supadma melanjutkan pelaksanaan pembentukan dan pengembangan komunitas sekolah sungai berlangsung selama 3 hari , dari tanggal 15 sampai dengan 17 Nopember 2017, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang relawan. Ada pun tujuan kegiatan tersebut adalah untuk membentuk dan mengembangkan komunitas atau relawan sungai dan menciptakan jejaring atau komunikaasi pinggiran sungai sebagai agen restorasi sungai sebagai bagian dari pengkaderasi dan volunterism atau agen dalam memperkuat dan mengembangkan gerakan pengurangan resiko bencana.

 “Pelaksanaan pembentukan komunitas atau relawan sekolah sungai berlangsung selama 3 hari, mulai 15 hingga 17 Nopember 2017, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. 15 orang relawan dari Desa Dajan Peken dan 15 orang lagi dari Desa Dauh Peken kecamatan Tabanan,” ungkapnya.

Sementara Bupati Tabanan dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Made Sucita mengatakan, gerakan sekolah sungai merupakan sebuah proses pemberdayaan komunitas yang berfokus pada kegiatan partisipatif dalam melakukan kajian perencanaan, pengorganisasian, serta aksi yang melibatkkan berbagai pemangku kepentingan. ”Ini adalah upaya untuk mewujudkan komunitas yang mampu mengelola dan mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Pembentukan dan pengembangan komunitas atau relawan  tersebut, menghadirkan fasilitator nasional, fasilitator daerah  dan narasumber lainnya, sambung Ngurah Sucita. Dirinya berharap kegiatan dimaksud dapat membentuk relawan yang menjadi garda terdepan gerakan ini, sehingga pemerintah dan stakeholder lainnya hanyalah sebagai pendamping. “Indikator kesuksesan kegiatan ini tidak sekadar pada terlaksananya rapat-rapat, sosialisasi, pembentukan komunitas,dan apel. Namun seberapa kegiatan ini berdampak pada masyarakat dan  terjadinya kesinambungan, bahkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui ekonomi kreatif,” pungkasnya.

Dirinya berharap semoga komunitas atau relawan sekolah sungai yang dibentuk dan telah mendapatkan pembekalan selama 3 hari  dapat menjadi agen gerakan pengurangan resiko bencana bagi masyarakat lainnya. Sebagai gerakan pengurangan resiko bencana untuk kemajuan pembangunan Tabanan menuju Tabanan Serasi.

” Semoga komunitas atau relawan  sekolah sungai yang terbentuk dapat menjadi agen gerakan pengurangan resiko bencana bagi masyarakat untuk kemajuan pembangunan Tabanan menuju Tabanan Serasi, Tabanan yang sejahtera, aman dan berprestasi,” tutupnya. (man)