Nusa Penida Dapatkan BBM Satu Harga

39
istBBM - Bupati Suwirta saat mencoba mengisi BBM pada kendaraan.

Semarapura (Bisnis Bali) – Setelah sebelumnya pemerintah meresmikan penyaluran BBM satu harga di 26 titik di Indonesia, Sabtu (5/11) lalu,  juga digelar peresmian untuk penyalur BBM satu harga yaitu titik ke-27 di Banjar Nyuh, Desa Ped Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. SPBU tersebut diresmikan oleh Komite BPH Migas M. Ibnu Fajar bersama Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Harya Adityawarman, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, SVP Fuel Marketing  dan Distribution PT Pertamina Gigih Wahyu HI, dan pemilik SPBU Kompak Desa Ped I Wayan Sumantara.

Dalam sambutannya komite BPH Migas M. Ibnu Fajar menyampaikan, peresmian SPBU di Desa Ped Nusa Penida ini merupakan bagian dari program BBM satu harga yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Program BBM satu harga bertujuan agar harga BBM yang sama dapat dinikmati oleh rakyat di seluruh Indonesia, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Untuk menindaklanjuti arahan Presiden tersebut, Kementerian ESDM telah menetapkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan secara nasional. Pada intinya, Peraturan Menteri ini mengamanatkan agar badan usaha yang menyalurkan BBM bersubsidi segera mendirikan penyalur di lokasi-lokasi yang belum terdapat penyalur jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan.

“Tentunya hal ini bertujuan agar masyarakat yang berada di daerah 3 T dengan akses yang lumayan sulit, bisa mendapatkan BBM dengan harga yang sama dengan daerah yang memang secara akses lebih gampang mendapatkan BBM,” ungkap Ibnu.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta berharap, dengan dibukanya SPBU di Nusa Penida ini, akan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Saat ini pariwisata di Nusa Penida sudah sangat menggeliat, dan di sektor ekonomi juga mendapat imbas dari pariwisata tersebut,” ungkapnya.

Program ini juga diharapkan mampu bersinergi dengan program kementerian lainnya sehingga semua program pemerintah pusat bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Selain itu, BBM satu harga juga bisa menekan inflasi kenaikan harga, karena BBM sangat berpengaruh terhadap kenaikan semua sektor, antara lain seperti transportasi karena Nusa Penida bergerak di sektor pariwisata, transportasi darat maupun di laut. “Kami berharap nantinya roda perekonomian yang ada di Nusa Penida bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.  (wid)