Denpasar (Bisnis Bali) – Sebanyak 25 perusahaan membuka bursa kerja saat dilaksanakan job fair di Kota Denpasar. Dari 25 perusahaan tersebut, telah membuka sebanyak 1.596 lowongan kerja. Meski demikian, untuk pencari kerja harus terus mempu meningkatkan kompentensi. Demikian disampaikan Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, saat membuka job fair, Kamis (19/10), di taman Kota Lumintang.
Job fair yang berlangsung selama 3 hari hingga 21 Oktober ini, dihadiri juga Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. IA Selly D. Mantra bersama wakil ketuanya Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara. Usai membuka job fair Rai Mantra berkesempatan untuk meninjau stan peserta.
Rai Mantra menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar terus berupaya memberikan peluang pada masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Terlebih sekarang ini job fair yang dilaksanakan dipadukan dengan interpreneur fair, yakni dalam job fair tidak hanya untuk mencari kerja, tetapi juga mendapatkan informasi untuk menjadi interpreneur.
“Mencari mata pencaharian tidak hanya melalui melamar pekerjaan tetapi bisa menjadi interprenuer,” ujar Rai Mantra sambil menyebut sangat tepat job fair yang dilaksanakan sekarang ini dipadukan dengan interpreneur fair.
Kata Rai Mantra, sejak pelaksanaan job fair 13 tahun lalu banyak perubahan-perubahan bagi pencari kerja. Terlebih lagi sekarang ini era digitalisasi, yakni masyarakat dapat mengakses langsung lowongan yang ada melalui IT. Ini juga berpengaruh terhadap jumlah pekerja yang datang pada job fair.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, IGA Rai Anom Suradi mengatakan, job fair yang dilaksanakan sekarang dipadukan dengan stan wira usaha muda. Dari 45 stan yang ada 20 stan merupakan stan wirausaha muda. Melalui stan wirausaha muda dapat memotivasi masyarakat untuk menjadi wirausaha melalui informasi bagaimana menjadi wirausaha. Dengan menjadi wirausaha diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang ada di Kota Denpasar.
Terkait dengan pelaksanaan job fair, Anom Suradi menambahkan, lowongan pekerjaan yang paling banyak saat ini diminati masih terkait dengan finance. Untuk itu sebagian besar perusahaan yang ikut merupakan jasa keuangan. “Sekarang ini lebih banyak pencari kerja ini merupakan tamatan ekonomi sehingga lowongan yang ada lebih dominan finance,” ujarnya.
Dari pelaksanaan job fair sebelumnya Anom Suradi mengaku dari seluruh pelamar yang datang untuk mencari kerja kurang lebih 35 persen terakomodir untuk mendapatkan pekerjaan. Di mana tiap job fair rata-rata yang melamar sebanyak 1.500 pencari kerja. Diharapkan melalui job fair ini dapat memfasilitasi pencari kerja sehingga mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bakan dan minat serta keterampilannya. (ad1.973)