Kosmetik Palsu dan Berbahaya mesti Diwaspadai

325
WASPADA - Konsumen diharapkan selektif membeli produk kosmetik menyikapi maraknya peredaran kosmetik palsu dan berbahaya.(ist)

Denpasar (Bisnis Bali) –  Produk kosmetik telah menjadi kebutuhan pokok kalangan wanita hingga pria. Hal ini menyebabkan tersedianya berbagai produk kosmetik di pasaran dengan kualitas dan harga yang beragam.

Konsumen diharapkan hati – hati membeli agar tak terkena risiko kosmetik palsu dan berbahaya. Demikian antara lain diungkapkan, Wayan Sudarwati team leader promosi salah satu produk kosmetik nasional, baru – baru ini.

Dikatakan, kosmetik berbahaya dapat dikenali dari berbagai cirinya. Pertama tak ada izin edar dari BPOM, kemasan yang tak permanen, harga murah dan umumnya bisa diperoleh di pedagang kaki lima. Ini penting diketahui konsumen agar mereka tak tergerus dampak negatifnya seperti, kulit wajah rusak, dan bahkan penyakit lebih kronis lainnya.

Disarankan untuk memperoleh kosmetik yang terjamin keasliannya konsumen cukup membelinya di konter – konter kosmetik resmi yang ditunjuk produsen pusat di daerah. Demikian juga di salon – salon yang sudah jadi langganan konsumen tak masalah asalkan selektif dan hati – hati. Upaya memerangi peredaran kosmetik palsu merupakan tanggung jawab bersama (semua pihak) baik itu produsen, konsumen, maupun pebisnis salon yang akan berhubungan langsung dengan konsumen.

Dia optimis, dengan kemajuan teknologi dan informasi sekarang ini konsumen harusnya lebih peka menyikapi bahaya dampak peredaran kosmetik palsu. Dengan begitu risiko – risiko yang tak diinginkan dapat dicegah.

Sebelumnya dari Viva Kosmetik, Wayan Suyadnya menyampaikan dengan menjaga kualitas produk kepercayaan konsumen akan dapat digaet. Konsumen yang makin selektif saat ini juga perlu ditayangkan demo – demo pemanfaatan kosmetik berkualitas dengan begitu tak terjerumus membeli kosmetik palsu berbahaya.

Branding yang kuat dari produsen kosmetik juga diharapkan mampu menepis persaingan tak sehat karena konsumen akan mencari mutu dibandingkan sekadar harga murah.

Data BPOM menemukan 43 jenis kosmetik mengandung bahan berbahaya yang terdiri dari rias mata, rias wajah, perawatan kulit, sediaan mandi dan sediaan kuku. Temuan itu didapat BPOM dalam pemeriksaan yang digelar selama semester I tahun 2016.  (gun)