Status Awas Gunung Agung Wisatawan Batal “Booking” Kamar

38
DAMPAK - Status awas Gunung Agung berdampak pada pembatalan booking kamar wisatawan yang akan melakukan kegiatan MICE di Bali. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung memang berdampak pada sektor pariwisata. Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Rabu (4/10) mengatakan, akibat status awas Gunung Agung menyebabkan wisatawan dari pasar mancanegara batal melakukan booking kamar.

Ia mengungkapkan, booking hotel di bulan Oktober sudah dibatalkan berkisar 20-30 persen. Pembatalan pemesanan kamar ini di antaranya wisatawan merasa takut dengan status awas Gunung Agung.

Ia menjelaskan, Oktober ini memang merupakan masa low season. Dalam kondisi normal, booking hotel memang menurun.

Dipaparkannya, untuk November ini diperkirakan pembatalan booking kamar bisa lebih meningkat. Wisatawan yang membatalkan booking kamar beralasan karena erupsi Gunung Agung.

Pria yang akrab disapa Cok Ace ini menegaskan, angka penurunan booking-an kamar 20-30 persen tersebut adalah angka wisatawan yang berpotensi membatalkan kunjungannya ke Bali. Pada umumnya mereka yang membatalkan booking kamar ini datang untuk tujuan MICE.

Menurutnya, angka penurunan booking-an kamar ini bisa saja berubah. Hal ini tergantung upaya pelaku pariwisata Bali mengantisipasi dan memberi pelayanan yang baik untuk pariwisata.

Ia mencontohkan, andaikata Gunung Agung meletus dan airport ditutup bagaimana pelaku pariwisata  mengevakuasi wisatawan yang keluar dari Bali. Bagaimana kebijakan imigrasi andaikata keberangkatan wisatawan tertunda. Bagaimana pelayanan hotel selama wisatawan tidak bisa berangkat, dan bagaimana kebijakan penerbangan ketika Gunung Agung meletus. (kup)