Optimalkan Pelayanan, LPD Sogra Buka Posko di Titik Pengungsi

41

Amlapura (Bisnis Bali)- Ditengah Gunung Agung status awas dalam pekan terakhir ini, aktvitas pelayanan LPD Desa Adat Sogra yang terletak di radius 3 kilometer dari Gunung Agung terus berjalan. Selain pelayanan yang diungsikan sementara di LPD Sukahet, LPD Desa Adat Sogra juga memberikan pelayanan keliling ke titik pengungsian masyarakat.

Ketua LPD Sogra, I Wayan Putra, Minggu (1/10) kemarin mengatakan, pelayanan keliling dilakukan mulai dari Kabupaten Klungkung yang menjadi tempat pengungsian terbanyak, hingga ke wilayah Kabupaten Gianyar. “Dalam keadaan seperti ini, kami memang mengimbau karyawan untuk bekerja ekstra. Ini sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai tumpuan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Meskipun tidak mampu bekerja secara sempurna, dia mengakui, jika pihaknya saat ini sudah berusaha optimal untuk memberi pelayanan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan guna menjaga kepercayaan masyarakat, agar mereka tidak resah dengan dananya yang disimpan di LPD.

Selain itu, melalui sosialisasi yang terus dilakukan kepada masyarakat, aktivitas LPD bisa berjalan seperti biasa dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat dengan menjamin dana nasabah aman.

Disamping itu, dalam mengoptimalkan pelayanan, LPD Sogra juga telah menggunakan LPD Mobile, sehingga memberi kemudahan baik bagi nasabah ataupun LPD.

Dia mengungkapkan, di tengah terguncangnya masyarakat, namun antusias masyarakat terhadap LPD masih sangat tinggi. Terhitung pada bulan September kemarin dana yang masuk ke LPD, dikatakannya, mencapai Rp 6 miliar.

“Meskipun dana yang keluar mencapai Rp 9 miliar, itu merupakan hal yang biasa terjadi di LPD Sogra, yang setiap bulannya terjadi penarikan Rp 6 miliar hingga Rp 7 miliar. Jadi, jika kemarin terjadi penarikan Rp 1 miliar dalam waktu 3 hari, itu bukanlah permasalahan dan saat ini aktivitas di LPD kami sama seperti biasanya,” katanya.  (wid)