Wabup Agus Mahayastra Kedepankan Ajaran Hindu ’’Tri Hita Karana’’

31
Proses penggarapan pembuatan bale pasanekan itu dilaksanakan  mulang dasar yang dihadiri  Wakil Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, disaksikan perangkat desa pakraman Penginyahan, pemangku Pura Kahyangan Tiga dan masyarakat setempat. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Masyarakat Desa Pakraman Penginyahan, Desa Puhu, Payangan, membangun bale pesanekan ring Pura Puseh setempat. Sebagai pamungkah (langkah awal) dalam proses penggarapan pembuatan balai pasanekan itu dilaksanakan  mulang dasar (Peletakan Batu Pertama) yang dihadiri  Wakil Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, disaksikan perangkat desa pakraman Penginyahan, pemangku Pura Kahyangan Tiga dan masyarakat setempat, belum lama ini.

Wabup Agus Mahayastra berharap semoga apa yang direncanakan didasari manah tulus, dengan mengedepankan ajaran Hindu Tri Hita Karana  tidak bertentangan dengan Tri Kaya Parisudha. Bila hal itu diperhatikan dengan tuntunan Ida Sulinggih, apa yang direncanakan akan berjalan baik.

Menurut Kelihan Penginyahan, Gusti Made Punia, proses pembangunan balai Pesanekan diperkirakan menghabiskan biaya Rp 500 juta  yang telah dipersiapkan sejak dua tahun lalu. Dibangunnya balai Pesanekan di Pura Puseh menurut tokoh masyarakat Penginyahan itu lantaran kondisi bangunan sebelumnya sudah uzur, kurang representatif digunakan untuk berbagai kegiatan.

Gusti Punia mengucapkan terimakasih kepada warga Penginyahan yang berjumlah 238 KK, niatnya bulat untuk membangun dengan swadaya tinggi, terbukti  telah dapat menyukseskan pembangunan fisik di Pura Dalem dengan menghabiskan biaya kurang lebih Rp 1 miliar, pembangunan Gelung Kori, Candi Bentar, Tembok Penyengker di Pura Puseh dengan biaya kurang lebih Rp 1,2 miliar.

“Swadaya masyarakat kami sangat tinggi, mereka kompak menyukseskan kegiatan yang diprogramkan Desa Pakraman Penginyahan, terlebih usai melaksanakan Karya Agung Ngusaba di Pura Dalem dengan biaya Rp 1,5 miliar semua itu dilakukan dengan iklas,” ucap Gusti Punia. (kup)