Kesenjangan Harga Jadi Sandungan Pebisnis Endek Lokal dalam Bersaing

46

Denpasar (Bisnis Bali) – Kesenjangan harga produk lokal yang lebih mahal dibandingkan dengan produk sejenis dari luar Bali, jadi sandungan bagi pebisnis endek untuk bersaing belakangan ini. Meski begitu, kain endek Bali memiliki kualitas produk yang cukup baik.

“Kesenjangan harga  salah satu kendala yang dihadapi oleh mitra usaha. Yaitu, UD. Anugrah dan UD. Artha Dharma,” tutur Ketua Program Kemitraan Wilayah Unmas Denpasar, Dr. Ir. I Made Sukerta, MP, Rabu (30/8) kemarin.

Paparnya, UD. Anugrah merupakan usaha pembuatan kain endek berlokasi di Dusun Minggir, Desa Gelgel Klungkung, sedangkan UD. Artha Dharma berlokasi Desa Sinabun Buleleng. Imbuhnya, berkaitan dengan pemecahan  masalah tersebut, maka pelaksanaan program  Ipteks Bagi Produk Ekspor (IBPE) pada tahun pertama ini bertujuan, untuk meningkatkan posisi pasar mitra dengan cara memberikan pembinaan pada proses produksi.

Jelas Sukarta, endek adalah salah satu kain khas hasil karya tangan orang Bali. Coraknya yang unik dan kental dengan nuansa etnik, menjadikan endek banyak digunakan berbagai kalangan. Bahkan, juga digunakan sebagai seragam para pegawai dinas pemerintahan daerah Bali dan juga pegawai swasta. Seperti, pegawai bank, hotel, travel maupun rumah sakit.

“Beberapa tahun belakangan, endek juga mendapatkan promosi besar-besaran, sehingga namanya menjadi kian terangkat bahkan, hingga ke tingkat mancanegara,” ujarnya.

Sambungnya, patra atau motif yang dituangkan dalam kain ikat atau tenun khas Bali, endek, bukan hanya estetika keindahan semata, namun juga mempunyai pesan yang bercerita (story telling) tentang budaya. Akan tetapi, dengan semakin berkembangnya era globalisasi dan perdagangan di era internasional/MEA, maka produk-produk tradisional mulai kalah bersaing dari sisi harga.  (man)