Tempati Gedung Baru, BKS-LPD Bali Siap Maksimalkan Pengembangan LPD

58
Persembahyangan bersama BKS-LPD seluruh Bali dalam rangka maturpiuning untuk menempati gedung baru.  (wid)

Denpasar (Bisnis Bali)- Setelah sekian lama menunggu, Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Provinsi Bali, akhirnya mampu menempati gedung yang diperuntukan sebagai kantor skretariat. Dengan keberadaan kantor sekretariat ini, diharapkan mampu memaksimalkan koordinasi antar BKS-LPD seluruh Bali, demi mendukung pengembangan LPD kedepannya.

Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si, saat ditemui, Senin (28/8) kemarin, mengatakan, keberadaan kantor yang berlokasi di Jalan Kusuma Dewa, tepatnya di depan Kantor LP-LPD Provinsi Bali ini, kedepannya akan dijadikan tempat pelatihan serta koordinasi BKS-LPD seluruh Bali. “Ini kita rencanakan dalam rangka mengupayakan peningkatan SDM, untuk mengantisipasi persaingan antarlembaga keuangan yang semakin ketat kedepannya. Ini merupakan bagian dari salah satu rencana kerja BKS-LPD Bali kedepan, yang berdasarkan koordinasi dari seluruh BKS kabupaten/kota, bahwa kedepannya harus memiliki tempat atau kantor yang dijadikan sekretariat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini, Cendikiawan mengucapkan syukur dengan adanya dana pemberdayaan yang diberikan oleh masing-masing LPD, BKS-LPD mampu menempati gedung, walaupun masih berstatus kontrak. “Mudah-mudahan kedepannya dengan adanya kantor baru ini, LPD semakin kompak serta rasa persatuan dan kebersamaan kita makin tinggi. Terutama dalam mengantisipasi lembaga keuangan lain yang masuk ke desa-desa,” katanya.

Keberadaan LPD yang selama ini mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat desa pakraman yang hasil dari LPD kembali kepada masyarakat agar selalu dirasakan. Dia berharap, LPD selalu mampu menjadi tumpuan perekonomian bagi masyarakat. “LPD adalah milik krama desa pakraman, dan keuntungannya akan kembali kepada krama untuk pembangunan desa pakraman baik fisik maupun mental,” tutupnya.

Disinggung soal perkembangan LPD, Cendikiawan mengatakan, jika aset LPD seluruh Bali per Juni 2017 telah mencapai Rp 16,5 triliun yang dikatakannya, menunjukan perkembangan yang cukup signifikan.

Peresmian gedung diawali dengan melaksanakan upacara pembersihan, serta mapiuning untuk penempatan gedung baru ini. Pada akhir acara yang dihadiri oleh  pengurus BKS-LPD di seluruh kabupaten/kota di Bali ini juga dilaksanakan kegiatan pelaporan pertanggungjawaban Musda yang dilaksanakam beberapa waktu lalu. Kegiatan juga dihadiri oleh beberapa undangan yang tidak lain adalah rekanan LPD, seperti Jamkrida, PT Ussi, Jiwasraya, Bank BPD Bali dan LP-LPD seluruh wilayah di Bali. (wid)