Semester I, Portofolio Kredit UKM, Enterprise dan Mortgage Tumbuh

73

Denpasar (Bisnis Bali) – Di tengah kondisi ekonomi dan likuiditas yang ketat, kinerja industri perbankan masih mampu tumbuh pada semester I ini. Membaiknya kinerja perbankan tidak hanya secara nasional, namun di Bali juga menunjukkan peningkatan.

Regional Head Bali Nusra Bank Danamon, I Gusti Agus Indrawan didampingi SAVP-External Alfairs Head Group Marketing Bank Danamon Abrahm Sihaloho di Sanur, Jumat (11/8) kemarin mengatakan, portofolio kredit bank terus bergeser menuju segmen non-mass market. Itu terlihat dari bank yang mampu membukukan pertumbuhan pada segmen usaha kecil dan menengah (UKM), enterprise dan mortgage. Kredit pada segmen UKM tumbuh 9 persen menjadi Rp 26,7 triliun. Portofolio enterprise, terdiri atas perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan tumbuh 6 persen menjadi Rp 37,1 triliun. Sementara kredit mortgage tumbuh 25 persen menjadi Rp 4,9 triliun.

“Untuk wilayah Bali, NTT dan NTB kinerja bank sangat baik dilihat dari penyaluran kredit yang tumbuh 3,65 persen dan dana pihak ketiga tumbuh 2,36 persen,” paparnya.

Di luar perbankan mikro, kata dia, secara nasional total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 4 persen menjadi Rp 119,8 triliun pada akhir semester I 2017 dibandingkan tahun sebelumnya.

“Di tengah lemahnya industri otomotif, pembiayaan baru Adira Finance tumbuh 5 persen dibandingkan setahun sebelumnya didorong oleh segmen kendaraan roda dua dan roda empat,” ujarnya

Pembiayaan Adira Finance pada akhir semester I 2017 mencapai Rp 44,6 triliun. Kredit kepada segmen mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) turun 32 persen menjadi Rp 8,5 triliun karena kompetisi dan permintaan yang menurun.

Ia juga menjelaskan, secara nasional semester I 2017, bank membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 2 triliun atau tumbuh 18 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. (dik)