Dishub Kumpulkan Semua Sopir Trans Serasi Pascapengaduan Dugaan Diskriminasi  

105
Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Dishub Tabanan, I Made Jaman. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) –  Pengaduan terkait layanan Trans Serasi yang disampaikan sejumlah siswa direspons cepat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tabanan. Sehari pascapengaduan, Jumat (11/8), Dishub mengumpulkan seluruh pramudi atau sopir Trans Serasi.

Selain untuk mengurai akar persoalan yang sesungguhnya terjadi, pertemuan itu juga dilakukan sebagai “ajang curhat” para sopir Trans Serasi selama menjalani tugas-tugasnya di lapangan. Dalam pertemuan itu, terungkap juga bahwa tidak sedikit kendala yang dihadapi para sopir Trans Serasi. Mulai dari ketidakseimbangan antara jumlah siswa yang harus diangkut dengan jumlah armada yang tersedia, perubahan jadwal masuk sekolah, sampai dengan kondisi jumlah siswa antara jam masuk dan pulang sekolah.

Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Dishub Tabanan, I Made Jaman dan dihadiri juga oleh perwakilan dari Perum DAMRI, I Wayan Putu, serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), I Gusti Bagus Satriyadi.

Hal pertama yang dibahas dalam pertemuan itu menyangkut kondisi sesungguhnya yang terjadi hingga akhirnya muncul pengaduan langsung dari siswa, yakni ada dugaan tindakan diskriminatif terhadap siswa.  “Dari pertemuan tadi, kami menangkap ada semacam kesalahpahaman,” jelas Made Jaman, usai pertemuan berlangsung.

Menurutnya, kondisi seperti itu sebetulnya sempat juga terjadi sebelumnya. Namun, bukan berarti hal tersebut dilakukan karena sopir Trans Serasi bertindak diskriminatif.  “Selama ini juru mudi (sopir) memang memprioritaskan siswa-siswa yang terjauh lebih dulu. Mereka memang diminta turun bukan berarti tidak mau diangkut, tapi diminta menunggu,” ungkapnya.

Kondisi ini, sambung dia, juga tidak terlepas dari membludaknya jumlah siswa. Khususnya di SMP Negeri 1 yang di tahun ajaran ini memberlakukan masuk pagi untuk seluruh kelas.

“Sebetulnya, kondisi ini sudah kami antisipasi dengan memberlakukan dua round trip. Jadi begitu selesai antarsiswa sampai tujuan terakhir, juru mudi akan kembali ke SMPN 1 untuk mengangkut siswa. Kalau masih ada siswa yang tinggalnya terjauh itu tetap diprioritaskan lebih dulu,” imbuhnya. (man)