Mangupura (Bisnis Bali)- Behel atau kawat gigi belakangan menjadi tren. Saat ini, banyak dipasarkan behel yang hanya memiliki fungsi perhiasan di toko aksesori, dengan harga yang sangat murah. Padahal behel sebenarnya alat berbasis kawat, yang digunakan untuk memperbaiki gigi atau rahang yang tidak rata. Menurut dokter gigi, Yenyen Karmila Perry,  pemasangan behel tidak bisa sembarangan dan harus dilakukan oleh ahlinya.

Belakangan behel tak lagi menjadi kebutuhan perawatan ortodontis untuk merapikan gigi, namun menjurus ke arah aksesori, tanpa memperhatikan fungsi medisnya. Dokter gigi Yenyen memaparkan, bila behel tidak dipasang oleh ahlinya dapat memperparah keadaan rahang dan wajah, bahkan berpengaruh terhadap kesehatan penggunanya. “Gigi itu sangat penting bagi penampilan, tapi tidak hanya itu gigi juga memiliki kaitan dengan fungsi organ lain,” tandasnya. Pemasangan kawat gigi yang tidak dilakukan oleh ahlinya, seringkali justru memperparah keadaan rahang bahkan, berpengaruh terhadap kesehatan penggunanya.

“Banyak orang memutuskan menggunakan kawat gigi, untuk alasan penampilan maupun kesehatan,” tukasnya. Selain itu banyak alasan lainnya seperti, tidak rapinya gigi dan bentuk rongga mulut kerap menjadi alasan seseorang untuk memutuskan menggunakan kawat gigi. Karena kawat gigi adalah, alat bantu yang digunakan dokter gigi untuk memperbaiki susunan gigi, dengan cara memberikan tekanan pada gigi dalam periode waktu yang panjang. Pemasangan kawat gigi yang tidak sesuai aturan dan dilakukan oleh bukan pada ahlinya, justru meninggalkan masalah lain seperti nyeri di wajah, gusi menjadi bengkak, asimetri wajah, infeksi gusi. Selain itu gangguan fungsi kunyah juga kerap dialami dan masih banyak masalah lainnya.

Sebelum memasang kawat yang harus diperhatikan adalah, kebersihan gigi atau rongga mulut itu sendiri. “Kalau seseorang malas dengan kebersihan mulut atau giginya, maka sebaiknya tidak memasang kawat gigi. Karena pengguna kawat gigi membutuhkan waktu yang ekstra untuk membersihkannya,” tandasnya. Jika hal tersebut diabaikan, bukan kesehatan yang didapat, justru sebaliknya akan mengalami kerusakan gigi.(pur)