Denpasar (Bisnis Bali) – Masyarakat di Bali, terutama kaum remaja, baik  putra maupun putri kini sudah semakin familiar berbelanja lewat e-commerce. Kepraktisan dan macetnya lalu lintas, menjadi alasan berkembangnya belanja melalui online dan menjadi gaya hidup remaja saat ini.

Menurut Riska, salah seorang pebisnis kebaya secara online, Selasa (8/8), di Denpasar, pihaknya memilih penjualan kebaya eksklusif melalui e-commerce, karena bisa menjangkau seluruh wilayah dengan menerapkan pelayanan cepat, aman, dan tepercaya.

“Teknologi komunikasi dan informasi telah mendekatkan produsen dan konsumen serta membuat waktu semakin efisien dan efektif,” katanya.

Pihaknya melihat gaya hidup masyarakat yang semakin familiar dengan gadget, jelas akan semakin mendorong penjualannya secara online ini. “Rata-rata kami mampu menjual puluhan pcs per hari aneka varian kebaya,’’ jelasnya.

Seluruh produknya dijamin berkualitas dan harga bersaing dengan yang konvensional, dan konsumen diberi kesempatan menukar barang dengan batasan 24 jam setelah penerimaan, jika ternyata tidak suka dengan warna atau model kebaya yang dikirim.

Hal senada diungkapkan Ratnawati, salah seorang pemilik butik kebaya lainnya. “Selain kami mengandalkan penjualan secara konvensional, kami juga andalkan penjualan secara online,” ujarnya.

Lanjutnya, dengan 2 sistem penjualannya ini, membuat produknya kian laris di pasaran. “Rata-rata kami mampu menjual sebanyak puluhan kebaya dari berbagai model dan varian,” ungkpanya. (aya)