Tabanan (Bisnis Bali) –  Berbagai terobosan berusaha dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan dalam menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat. Yang terbaru adalah menggaet sejumlah usaha untuk mengimplementasikan program Kartu Anak Indonesia (KAI) yang diamanatkan pemerintah pusat.

Bukan hanya itu saja, untuk mempermudah pelayanan di bidang administrasi kependudukan, Pemkab Tabanan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) menyediakan program layanan Paket Serasi.

Kedua program itu secara resmi diluncurkan pada Rabu (9/8), oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti di kantor Disdukcapil. Dalam kesempatan itu hadir juga Sekda Kabupaten Tabanan, I Nyoman Wirna Ariwangsa, Kepala Ombudsman Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Tabanan.

Yang paling penting adalah perwakilan dari tiga perusahaan yang diajak bekerja sama dalam program KAI. Ketiga perusahaan itu antara lain, Mercy Photo, Toko Nyoman, Agen Perjalanan Kayonemas, serta Rumah Sakit Kasih Ibu yang dilibatkan dalam proses penerbitan akta kelahiran.

Nantinya, anak-anak yang memegang KAI bisa mendapatkan diskon atau potongan harga bila menunjukkannya saat berbelanja di tiga perusahaan tersebut.

Bupati Eka dalam sambutannya menyambut baik peluncuran KAI dan layanan Paket Serasi di bidang administrasi kependudukan tersebut. Namun dia tetap menekankan agar layanan inovatif ini dikembangkan terus agar lebih terasa manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya selalu tekankan, setiap ada turunan aturan dari pusat dalam bentuk program harus dibuat lebih fleksibel, inovatif, kreatif, dan efisien. Jangan terpaku itu-itu saja,” katanya.

Menurutnya, zaman telah berubah. Tiap orang sekarang memanfaatkan teknologi untuk memudahkan aktivitas kehidupannya. Perubahan ini harus ditangkap dengan jeli dan diterjemahkan dalam berbagai program inovatif.

“Kami yang mesti jemput bola. Kami yang harus merubah mind set. Harus ada inovasi. Untuk KAI ini misalnya, mungkin ke depannya bisa dikaitkan dengan kegiatan pendidikan seperti kursus-kursus. Buat menarik dan bermanfaat. Kaitkan dengan program yang menunjukan aktivitas mereka sebagai pelajar. Jadi kartu ini akan lebih jelas lagi manfaatnya,” ujarnya seraya mencetuskan salah satu potensi penerapan KAI.

Demikian halnya dengan program Paket Serasi di bidang administrasi kependudukan yang jumlahnya terdiri dari lima. Dia memberi apresiasi yang baik karena bertujuan untuk memudahkan pelayanan ke masyarakat.

“Saya juga setuju kalau pembuatan KTP langsung di kecamatan untuk memudahkan masyarakat. Kasihan misalnya warga yang di Kecamatan Pupuan jauh-jauh ke Tabanan cuma untuk cetak KTP. Tentu dengan catatan datanya harus sinkron. Saya rasa ini program yang cukup progresif dan bekelanjutan. Semoga bisa jadi nilai plus buat Tabanan,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dukcapil Tabanan, I GA Rai Dwipayana menjelaskan, ke depannya implementasi program KAI akan dikembangkan secara terus menerus dengan melibatkan usaha-usaha lainnya. Kemungkinan dalam waktu dekat adalah menjajaki kerja sama dengan sejumlah daya tarik wisata (DTW).

Penerapan KAI ini sendiri merupakan tindak lanjut dari Permendagri Nomo 2 Tahun 2016 tentang KAI. Dalam ketentuan peraturan itu, negara diwajibkan mendata penduduk termasuk anak-anak mulai dari nol tahun sampai dengan 17 tahun minus satu hari.

Dalam kesempatan itu, Bupati Eka juga melakukan penyerahan secara simbolis KAI kepada beberapa orang pelajar serta Paket Serasi kepada sejumlah warga. Selain itu, Bupati Eka juga memantau alur layanan di Dinas Dukcapil yang berkaitan dengan Paket Serasi.

Satu hal yang menjadi catatannya sesuai dengan laporan yang disampaikan pihak Dinas Dukcapil adalah ruang tunggu yang perlu dioptimalkan kembali sehingga, nantinya masyarakat yang sedang menunggu antrean bisa lebih nyaman. (ad 1.660)