Dr. Sujana Budhi Kelola Maskapai, tak Cukup hanya Modal  

90

DESAKAN agar Pemkab Badung mengelola maskapai penerbangan dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Badung atau Bali umumnya mendapat tanggapan dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari anggota Tim Ahli DPRD Badung Dr. Sujana Budhi.

Saat ditemui di DPRD Badung, Selasa (8/8) kemarin, akademisi Fakultas Ekonomi Unud tersebut menyatakan, mengelola maskapai tak cukup hanya modal. “Masih banyak persyaratan lain yang harus dikuasai sehingga usaha maskapai bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Dia menunjuk net working atau jaringan. Pengelola maskapai harus memiliki jaringan yang luas. Selain dalam negeri, jaringannya harus hingga luar negeri sesuai dengan pangsa pasar wisatawan yang ingin disasar. “Ini pekerjaan yang tidak mudah,” tegasnya lagi.

Selain network, ujar Sujana Budhi, pemerintah daerah memerlukan sumber daya yang paham mengenai seluk-beluk bisnis maskapai. Masih banyak lagi, yang harus dipersiapkan. “Yang pasti tak cukup hanya modal,” tegasnya.

Sebagai sebuah investasi, tegasnya, pemilik modal tak boleh melakukannya secara emosional. Risiko bisnisnya harus diperhitungkan secara matang, pelanggannya siapa, kemudian provitable atau tidak. Selain itu, pemda harus berpikir apakah investasi di penerbangan ini kompetitif atau tidak. Jika hanya mengandalkan modal, banyak pengusaha akhirnya gulung tikar. Karenanya, dia meragukan jika Pemkab Badung harus mengelola maskapai sendiri.

Hal sama dikemukakan Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta. Menurutnya, pengelolaan maskapai sendiri merupakan ide yang cukup cerdas.

Namun untuk saat ini, dia menilai belum bisa masuk ke bisnis maskapai ini. “Ini pekerjaan profesional,” katanya sembari menambahkan, semua harus dikuasai dulu sebelum terjun ke bisnis penerbangan ini. (sar)