Bibit Vanili Unggul kian Dicari

109

NILAI jual vanili yang sangat tinggi membuat tanaman merambat ini dikenal dengan julukan emas hijau. Hal ini sangat wajar melihat  harga jual vanili yang sangat mahal. Karenanya, banyak orang mulai tertarik untuk membudidayakan vanili sehingga permintaan bibit vanili mengalami peningkatan.

Budi daya vanili menjanjikan keuntungan besar bagi petani yang sukses merawat vanili, namun tak jarang petani yang gagal karena tidak menguasai teknik budi daya vanili serta tidak bisa menanggulangi hama. Dalam hal ini bibit menjadi salah satu faktor penting bila ingin sukses membudidayakan vanili.

Putu Eka Prasetya mengaku tertarik untuk terjun ke budi daya vanili, lantaran kesulitan untuk memperoleh vanili di Bali dan harganya luar biasa mahal. “Saya diminta mencari vanili oleh seorang klien untuk industri makanan. Ternyata susah sekali dan sudah dikuasai oleh seorang pengusaha yang notabene adalah warga negara asing,” tuturnya.

Dari sana ia diberi harga yang menurutnya sangat gila yaitu Rp 6 juta per kilogram.

Melihat harga jual vanili yang fantastis tersebut akhirnya ia memutuskan untuk membudidayakan vanili. “Untuk memperoleh bibit, memang banyak yang menawarkan di media online. Tetapi kalau belanja online, saya belum begitu yakin dengan kualitasnya,” tukasnya. Bibit yang dijual secara online harganya sangat beragam mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 40 ribu. Karena bibit sangat penting dalam budidaya vanili, ia kemudian mencari sejumlah referensi terkait bibit yang berkualitas.

“Saya tidak mau terburu-buru untuk membeli bibit vanili. Karena ini adalah salah satu faktor penting pada gagal dan berhasilnya budi daya vanili,” tukasnya. (pur)